alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Dewan Kota Mataram Setuju Pajak Hotel Digratiskan

MATARAM-Rencana Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh membebaskan pajak hotel dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) didukung DPRD Kota Mataram. “Kebijakan stimulus dalam bentuk pembebasan atau pengurangan pajak hotel, itu memungkinkan,” kata Ketua DPRD Kota Mataram H Didik Sumardi ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/7).

Ia mengaku setuju jika langkah tersebut diambil untuk menggerakkan roda perekonomian Kota Mataram. Bahkan, ia bersama anggota dewan yang lain mempersilakan Pemkot Mataram melakukan kajian. Terkait model stimulus ekonomi yang bisa mendongkrak ekonomi.

“Kalau memang salah satu bentuknya adalah pembebasan pajak, saya pikir itu pilihan bagaimana merecovery ekonomi,” ucapnya.

Kebijakan ini sesuai dengan surat yang disampaikan asosiasi hotel yang ada di Mataram. Para pengusaha hotel meminta hal yang sama agar dibebaskan dari pembayaran pajak selama masa pandemi Covid-19. Karena kondisi okupansi hotel terpuruk.

Sehingga ada juga permintaan kebijakan berkaitan dengan itu. Misalnya penundaan atau pemutihan piutang pajak dari tunggakan hotel. Ketika kebijakan ini dilihat sebagai pilihan yang tepat, pihak dewan mengaku mempersilakan.

Meskipun, kondisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Mataram saat ini diakuinya merosot sekitar Rp 170 miliar. “Tapi tidak selalu bagaimana perekonomian itu dilihat dari pendapatan setinggi-tingginya. Justru bagaimana kebijakan bisa mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi. Itu yang lebih penting,” tegas Didi.

Muaranya pasti akan berdampak pada ekonomi pada tahun berikutnya. Untuk itu kebijakan pembebasan atau pengurangan pajak bisa jadi pilihan lebih baik. Terlebih sifatnya kondisional. “Tidak bisa kita terlalu memaksakan orang membayar pajak dalam kondisi seperti ini,” ucapnya.

Ia khawatir, jika Pemkot Mataram memaksakan pemberlakuan pajak, justru terjadi kemiskinan secara drastis akibat pengangguran bertambah dan lapangan kerja berkurang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram Hariadi mengungkapkan sejak pandemi covid-19, ribuan warga yang bekerja di hotel dirumahkan. “Dari laporan manajer dan HRD sekitar 102 hotel berbintang dan melati yang ada di Kota Matarama ada 1.400 yang dirumahkan,” bebernya.

1.400 pegawai ini tidak hanya yang bekerja di Mataram saja tetapi yang juga bekerja di hotel KLU dan Lombok Barat. Namun mereka merupakan warga Kota Mataram. “Kami harapkan dengan gerakan ekonomi mereka bisa dipanggil kembali bekerja,” harapnya.

Geliat ekonomi di Kota Mataram memang sudah mulai terlihat. Hanya saja hotel masih tertarih-tatih. Beruntung, pekerja hotel yang dirumahkan sudah diusulkan semuanya agar mendapatkan bantuan JPS Sembako dari Dinas Sosial selama tiga bulan.

Mereka juga  diusulkan agar masuk dalam daftar penerima program kartu pra kerja. Sayangnya sampai waktu ini belum ada kejelasan dari pusat berapa warga Mataram yang disetujui menerima kartu pra kerja ini.

Dinas Tenaga Kerja mengajukan 10.000 orang termasuk 1.400 warga yang dirumahkan. “Nantinya mereka dapat pelatihan dan dapat bantuan Rp 600 ribu per bulan. Tapi masih belum ada informasi dari pusat,” jelas Hariadi. (ton/r3)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kapal Tenggelam di Tarakan, Satu Polisi Asal Lombok Tengah Meninggal

Kabar duka datang dari Ditpolairud Polda NTB. Satu anggotanya yang sedang bawah kendali operasi (BKO) di Ditpolairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia.

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks