alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Pemkot Kucurkan Rp 1,5 Miliar Benahi Pasar ACC Ampenan

MATARAM-Pasar ACC Ampenan dapat kucuran dana segar. Nilainya cukup besar. Rp 1,5 miliar. “Ini untuk revitalisasi pasar tahun ini,” kata Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan (Disperindag) Kota Mataram M Ramadhani kepada Lombok Post.

Dana itu berasal dari dari APBN melalui Dana Tugas Pembantuan (TP). “Ini merupakan kebijakan prioritas,” ungkapnya.

Usulan perbaikan pasar ini sebenarnya sudah diajukan dua tahun berturut-turut. Namun baru tahun ini disetujui pemerintah pusat dengan pembangunan prototipe yang sama seperti seluruh pasar di Indonesia.

“Kami usulkan bagi pasar yang terdampak gempa untuk pembangunan baru. Tapi kami dikasih anggaran untuk revitalisasi,” jelasnya.

Awalnya Pemkot Mataram mengajukan usulan anggaran Rp 4 miliar. Namun tidak direspons pemerintah pusat. “Awalnya kami pikir nggak jadi karena Covid-19. Tapi ternyata dapat anggaran Rp 1,5 miliar. Makanya kami sesuaikan lagi gambarnya untuk perbaikan atap agar bisa ditempati pedagang di sayap timur,” sambung Dani, sapaannya.

Sejak kerja sama pengelolaan dari PT Barata terhenti dengan Pemkot Mataram, pengelolaan pasar kurang maksimal. Sehingga perlu dilakukan revitalisasi agar masyarakat bisa memanfaatkan keberadaan pasar ini lebih baik lagi.

Kini Pemkot Mataram tinggal menunggu DIPA APBN dan beberapa persyaratan administrasi. Baru kemudian anggaran Rp 1,5 miliar ditransfer pemerintah pusat.

Yang jelas, Dani menegaskan, perbaikan Pasar ACC Ampenan akan dikerjakan secepat mungkin. Karena harus selesai paling telat 31 Desember. “Tender rencananya akan dilaksanakan awal Agustus,” ungkapnya.

Menurut konsultan, kata Dani, pengerjaan proyek ini paling lama tiga bulan. “Kami berharap proses lelang nanti bisa lancar dan rekanan yang menang memiliki kompetensi dan kualitas kerja. Agar proyek revitalisasi tidak gagal dan bisa berjalan maksimal,” tandasnya. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks