alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Alumni Ponpes Nurul Hakim Mataram Diminta Terus Berdakwah

MATARAM-Ikatan Alumni Pondok Pesantren Nurul Hakim (IKAPPNH) Kota Mataram diharapkan bisa menjadi pendakwah. Tidak hanya di bidang agama, namun juga di bidang ekonomi, sosial, pariwisata, dan sebagainya.

“Sekarang kita tak hanya dakwah tentang agama, tapi juga bidang lainnya. Misalnya di bidang ekonomi bisa dakwah tentang riba,” kata Ketua Yayasan Nurul Hakim TGH Muharrar Mahfudz, Minggu (23/8)

Dia tidak menampik Alumni Ponpes Nurul Hakim di Kota Mataram menjadi orang-orang hebat. Ada di legislatif, pemerintahan,  pariwisata, dan orang penting lainnya. Alumni yang hebat-hebat ini harus bisa berdakwah. Misalnya, di bidang pariwisata harus bisa memajukan pariwisata. Begitu juga yang duduk di DPRD Kota Mataram bisa menghimpun apa yang menjadi keinginan masyarakat. “Ini harus dilakukan,” pintanya.

Di tengah kemajuan teknologi sekarang ini dakwah sangat mudah dilakukan. Para alumni bisa memanfaatkan media sosial (medsos) untuk berdakwah. “Jangan kalah sama anak-anak. Sekarang sudah bisa buat tik tok,” sindirnya.

Diungkapkan, profesi dan jabatan para alumni harus bisa dimanfaatkan dengan berdakwah. Karena berdakwah tidak hanya dari sisi agama, namun yang paling penting bisa memberikan manfaat bagi orang lain menjadi bagian dari dakwah.

Ketua Umum PB IKAPPNH Samsudin Sirah mengatakan, selama ini komunikasi IKAPPNH hanya personaldan tidak teratur. Dengan Musda IKAPPNH Kota Mataram akan terbentuk secara terstruktur sampai tingkat kelurahan. Langkah pembentukan ini juga dilakukan melihat semangat alumni.

“Musda ini kita lakukan agar komunikasi dan silaturahmi tidak pernah terputus. Alumni banyak tercecer sampai ke Pulau Sumbawa,”  kata Sam, sapaan karibnya.

Agenda Musda memilih ketua IKAPPNH Kota Mataram. Pengurus alumni akan membuat formatur dari tingkat kecamatan hingga kelurahan. “Sekarang sudah terbentuk ikatan alumni di sejumlah daerah,” ucapnya.

Ketua Panitia Musda IKAPPNH Kota Mataram Ismul Hidayat mengatakan, tujuan Musda sesuai dengan tema sinergisitas dan optimalisasi peran alumni Nurul Hakim dalam membangun SDM Kota Mataram yang unggul dan kompetitif. Tema ini diambil dari data base para alumni. “Banyak alumni kita yang jadi dosen, di pemerintahan, pengusaha, dan sebagainya,” kata pria yang kini duduk di DPRD Kota Mataram

Dia juga membeberkan apa yang menjadi program dalam waktu dekat. Pihaknya akan membentuk struktur kepengurusan sampai tingkat ranting. Ia menyebutkan, alumni IKAPPNH Kota Mataram unik. Ada yang berada di barisan ormas bahkan partai politik. Seperti organisasi NU, Muhammadiyah, dan organisasi lainnya. Selain membentuk struktur kepengurusan. Pihaknya akan segera akan melakukan pengumpulan dan verifikasi data alumni. Dan baru akan dilanjutkan dengan temu akbar alumni.(jay/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Izin Tinggal Habis, WNA di NTB Siap-siap Kena Denda

Masa perpanjangan izin tinggal keadaan terpaksa berakhir Minggu (20/9) besok. Artinya, bagi warga negara asing (WNA) yang belum memperpanjang bakal dikenakan denda. ”Kalau tidak diperpanjang hingga batas waktu yang ditentukan maka dianggap overstay dan bakal dikenakan denda,” kata Kepala Imigrasi Kelas IA TPI Mataram Syahrifullah, kemarin (18/9).

Kasus Ikan Teri JPS Gemilang, Kejati Koordinasi dengan Inspektorat

Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB belum melangkah lebih jauh mengusut pengadaan ikan teri paket JPS Gemilang tahap II. ”Kita koordinasikan dulu dengan Inspektorat,” kata Asintel Kejati NTB Munif di ruangannya, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks