alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Wali Kota Mataram Minta Dinas Pendidikan Segera Buka Sekolah

MATARAM-Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram mulai bersiap membuka sekolah. Karena menurutnya, anak didik perlu berinteraksi dengan guru. “Mungkin sistemnya masuk sekolah tidak selalu setiap hari,” kata Ahyar.

Dia ingin Disdik Kota Mataram mengatur bagaimana anak didik bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka. Karena secara tidak langsung jika anak di rumah terus, mereka akan bosan. “Ini harus dipikirkan,” pinta Ahyar.

Menurutnya, dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka, tidak semua siswa masuk sekaligus. Melainkan bisa bergantian. “Kalau langsung masuk seribu bisa repot,” celetuk orang nomor satu di Kota Mataram.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram HL Fatwir Uzali menargetkan sekolah mulai dibuka Oktober mendatang. Dengan tetap melihat perkembangan kasus Korona dan rekomendasi dari tim gugus tugas penangangan Covid-19. “Kalau sudah ada rekomendasi gugus tugas Covid-19, siap kita buka,” kata dia.

Sebelum sekolah dibuka, Fatwir akan meminta penyemprotan disinfektan ulang bagi semua sekolah. Bahkan pihaknya akan tetap menerapkan standar kesehatan dalam pembelajaran tatap muka. Misalnya, mengurangi jumlah siswa pada satu kelas hingga 50 persen.

Artinya, jika siswa dalam satu kelas 30 orang maka hanya 15 orang yang bisa masuk dengan pengaturan jam masuk secara bergantian sebagai penerapan sosial dan jaga jarak. “Disamping itu jam keluar main ditiadakan. Kantin ditutup agar tidak ada kerumunan,” terangnya.

Selain itu, tambah dia, bagi sekolah dengan jumah siswanya ribuan bisa saja melaksanakan pembelajaran tiga kali dalam sepekan.

Terpisah, Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana kurang setuju dengan rencana dibukanya sekolah. “Jangan dulu dipaksakan sekarang karena masih zona oranye. Nanti kalau sudah zona hijau dan benar-benar klir (virus Korona) baru bisa dibuka,” ungkapnya.

Mohan mengaku tak ingin mengambil risiko memaksakan sekolah tatap muka dilakasanakan dalam situasi seperti ini. Risiko dampaknya bisa sangat fatal. Selain itu, pemerintah Kota Mataram juga dikatakannya harus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk mengambil kebijakan membuka sekolah.

“Tentu harus kita lihat dulu kapan provinsi dan nasional membuka sekolah. Kita doakan saja Mataram segera zona hijau,” ucapnya.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Mataram dr. Rohadi juga belum merekomendasikan pembelajaran tatap muka di sekolah dilakukan. “Karena Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di nasional itu merekomendasikan dari pusat sekolah offline (tatap muka) dibuka 2021. Karena pertimbangannya banyak hal,” kata dia.

Dikhawatirkan, jika sekolah dibuka akan muncul kluster baru Covid-19. Ini tentu akan membuat pemerintah kebali kesulitan menghadapi situasi pandemi. Sehingga, pertimbangan membuka sekolah memang harus dipikirkan matang.

“Saya pribadi berpendapat sama seperti edaran Gubernur. Daring masih dilakukan sampai Desember. Dijalankan demi kita bersama. Nanti kalau sudah memenuhi kriteria, bisa kita buka,” kata dia.

Data terbaru kasus Covid-19 di Kota Mataram, jumlah kasus positif mencapai 1.030 kasus positif. Dari jumlah itu, 849 sudah sembuh, 109 masih dirawat dan 72 meninggal dunia. Dengan statistik ini, Mataram berada di Zona Oranye.

“Tanggal 31 Desember kami akan deklarasi menuju zona hijau. Karena 17 kelurahan saat ini sudah zona hijau,” ungkap juru bicara Gugus Tugas Covid-19 I Nyoman Suwandiasa. (jay/ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

ebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks