alexametrics
Sabtu, 25 Juni 2022
Sabtu, 25 Juni 2022

Polemik Kepala Lingkungan, Lurah Gomong Berencana Kembali Mediasi Warga

MATARAM-Lurah Gomong Muhammad Ilham menggelar pertemuan dengan Kepala Lingkungan Gomong Lama Halidianto bersama sejumlah tokoh masyarakat Jumat malam (21/1) lalu. Pertemuan ini menindaklanjuti tuntutan sejumlah warga yang datang ke kantor lurah menuntut agar kepala lingkungan diberhentikan.

“Ya, betul ada pertemuan dengan kaling dan warga di masjid malamnya. Cuma warga yang datang ke kantor lurah (menuntut kaling diberhentikan) tidak ada yang menghadiri,” ungkap lurah kepada Lombok Post, kemarin (23/1).

Hasil musyawarah di masjid dengan Kepala Lingkungan Gomong Lama Halidianto dan sejumlah tokoh masyarakat, ia mengklarifikasi semua tuduhan yang disampaikan warga. Kepala Lingkungan juga meminta agar lurah kembali mempertemukan mereka dalam suasana mediasi yang penuh kekeluargaan. Menghadirkan semua tokoh masyarakat dan tokoh agama. Agar persoalan bisa menemui titik terang dari semua pihak.

Baca Juga :  Penanganan Sampah Kota Butuh Kesadaran Bersama

“Keinginan pak Kaling supaya dipertemukan lagi dengan warga (yang menuntut pemberhentian). Sementara wara dan tokoh masyarakat yang datang ke kantor lurah tidak mau mediasi lagi. Mereka merasa sudah cukup di kantor lurah,” papar Ilham.

Inilah yang membuatnya berpikir untuk mencari solusi terbaik. Agar warga yang menuntut kepala lingkungan diberhentikan bisa bertemu dalam mediasi lanjutan. Untuk itu, lurah berencana meminta petunjuk dari camat dan pihak terkait menyelesaikan persoalan ini. Ia juga berencana mengumpulkan semua RT hingga tokoh masyarakat dan tokoh agama. Termasuk pihak yang menuntut pemberhentian kaling. Agar persoalan ini selesai dengan baik.

“Beliau (kepala lingkungan) masih menjabat belum diberhentikan. Kami upayakan mediasi lanjutan agar tabayun itu bisa kita kedepankan,” tandasnya.

Baca Juga :  Selly - TGH Manan Luncurkan Program GuDek

Kepala Lingkungan Gomong Lama Halidianto juga mengaku pihaknya siap menemui masyarakat memberikan penjelasan dengan detail. Terkait tuntutan dan persoalan yang mereka keluhkan ke lurah. “Saya siap menginstropeksi diri kalau ada kekeliruan. Cuma saya hanya berharap mari kita mengedepankan musyawarah dan tabayun apapun persoalan yang ada. Mari bersama-sama mencari solusi terbaik,” katanya.

Ia tidak ingin polemik yang ada di Kelurahan Gomong Lama berlarut seperti ini. Karena ia khawatir masyarakat akan terpecah menjadi kubu-kubuan. Sehingga kondusivitas lingkungan yang tengah berbenah menjadi terganggu. “Kami berharap ada mediasi lanjutan untuk kita benar-benar mencari solusi terbaik,” harapnya. (ton/r3)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/