alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Hampir 50 Persen Peserta Tes PPPK Tembus Passing Grade

MATARAM-Sekitar 50 peserta dipastikan lulus pada tes pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Kota Mataram. Kepastian ini terlihat jelas setelah panitia dan peserta bisa melihat hasil ujian melalui  sistem online tersebut. “Peserta bisa melihat hasil ujiannya langsung,” kata Kabid Pengembangan Aparatur Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram Ahmad Mujahidin, kemarin (24/2).

Diungkapkan, tes PPPK yang dipusatkan di SMAN 2 Mataram berjalan lancar. Semua peserta tidak ada yang absen mengkuti ujian. Tes ini dimulai pukul 10.00 Wita dengan tiga sesi.

Untuk sesi pertama jumlah peserta sebanyak 30 orang. Kemudian sesi kedua 25 orang dan sesi ketiga jumlahnya 7 orang. “Ada satu orang ikut dari provinsi untuk tenaga kedokteran hewan,” kata Muja.

Untuk naskah soal langsung dari pusat.  Meliputi soal teknis, soal menejerial, dan soal sosial budaya. Selain itu ada juga tes wawancara. Jika dilihat dari hasil ujian ujar Muja, hampir 50 persen peserta lulus sesuai passing grade yang ditentukan pusat minimal 65.

Menurutnya, passing grade ditentukan sesuai Permenpan RB Nomor 4 Tahun 2019 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian kerja (PPPK). Minimal peserta harus mendapat nilai 65. Rinciannya,  ujian teknis minimal 42. “Sisanya soal manajerial dan sosial budaya bebas. Yang penting nilai ujian teknis minimal 42,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Mataram Baiq Nelly Kusumawati menambahkan, belum ada keputusan dari pusat terkait yang tidak lulus passing grade akan diranking seperti tes CPNS beberapa waktu lalu. Saat ini kata dia, peserta yang memenuhi passing grade cukup banyak. “Kita tunggu saja nanti kalau ada keputusan pusat terkait perankingan,” tutupnya. (jay/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks