alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Pembangunan Rusunawa Nelayan Dimulai Tahun Depan

MATARAM-Pemerintah Kota Mataram akan merelokasi sekitar 90 kepala keluarga (KK) di kawasan Bintaro,  Kecamatan Ampenan. Warga yang tinggal di sempadan pantai  rawan terdampak abrasi akan direlokasi  ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa) nelayan.

Bantuan pembangunan rusunawa nelayan tersebut sudah dapat dipastikan. Sebab, pemkot telah menerima surat resmi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 14 Februari 2019.

“Sekarang  kami diminta untuk mempersiapkan berbagai proses pembangunannya. Sebab, pemerintah tahun ini akan melaksanakan tendernya dan pengerjaan fisik dilakukan awal tahun 2020,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim)  Kota Mataram HM Kemal Islam, pekan lalu.

Diungkapkan, untuk masalah lahan yang semula dibebaskan 1,6 hektare sudah dibulatkan menjadi dua hektare. Sehingga dipastikan dapat memenuhi kebutuhan untuk membangun rusunawa nelayan sesuai rencana pemerintah. “Sisa lahan ini nanti masih bisa untuk membangun lahan kerja nelayan sesuai kebutuhan. Seperti gudang alat tangkap dan fasilitas menjemur ikan,” katanya.

Untuk proses pembangunan rusunawa nelayan lanjut Kemal,  pihaknya akan menerima barang jadi. Tidak dalam bentuk dana seperti rusunawa-rusunawa lainnya. “Kita terima beres. Pembangunan akan diurus pusat,” tukasnya.

Terpisah Camat Ampenan Zarkasyi berharap pembangunan rusunawa nelayan bisa secepatnya. Sehingga, pihaknya bisa merelokasi warga yang ada di peisir pantai ke tempat yang lebih aman.

Menurutnya, rusunawa nelayan di Ampenan sangat dibutuhkan. Apalagi kata dia, warga pesisir pantai sangat membutuhkan hunian yang nyaman. Terutama pada musim angin seperti beberapa waktu lalu. “Kalau ada rusunawa kita bisa pindahkan warga di pesisir pantai ini,” sebutnya.

Sejauh ini Zarkasyi tidak bisa berbuat banyak  dengan warganya yang ada di pesisir ketika gelombang pasang. Ia hanya meminta warga tetap waspada. Sebab, sewaktu-waktu gelombang akan naik. “Selama ini kita memberikan imbauan ketika gelombang naik,” sebutnya.

Ia juga meminta warga jangan sampai membangun rumah di pinggir pantai. Sebab, ini akan membayakan warga. Selama menjadi camat, Zarkasyi kaget dengan banyaknya warga pesisir yang membangun rumah di sempadan pantai. Bahkan ia tidak tahu pembangunan yang dilakukan warganya tersebut. “Sempadan pantai tidak dibolehkan membangun rumah,” tukasnya. (jay/r7)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks