alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

Sebagian Honorer Tersenyum Bahagia

MATARAM-Mengabdi bertahun-tahun tidak lantas membuat para honorer kategori dua (K2) diangkat jadi pegawai setara PNS. Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) jadi kesempatan terakhir. Tapi peluang itu tidak diberikan secara cuma-Cuma. Mereka harus melalui proses seleksi.

Sayangnya banyak honorer gugur. Bahkan sebelum seleksi dilakukan, 3.139 orang otomatis tidak diterima karena tidak mendaftar. Fakta itu membuktikan, kalau tidak semua honorer tersenyum bahagia. Tapi, hanya sebagian kecil saja.

Terbatasnya waktu membuat banyak K2 tidak melamar. Kesempatan emas itu pun lewat, mereka hanya bisa gigit jari.

Dari 7.162 orang honorer K2 se-NTB, 4.023 orang yang mendaftar dan hanya 3.984 orang lolos seleksi administrasi. Sejak Sabtu lalu, para honorer itu menjalani tes di masing-masing daerah. Honorer K2 Pemprov sendiri tes di tiga tampat berbeda yanki SMKN 3 Mataram, SMKN 1 Sumbawa dan SMKN 1 Kota Bima.

Dari 378 orang peserta tes di Pemprov, empat orang tidak hadir tanpa alasan. Mereka adalah Azisudin, tiga lainnya dari Bima yakni Menyebabkan Suryani, Zumar dan Hadi Mukhlisin. Keempatnya jelas tidak lolos karena tidak hadir mengikuti tes.

Sementara itu, suasana tes PPPK di SMKN 3 Mataram berlangsung lancar. Raut wajah para peserta yang sudah usia lanjut cukup tegang menjawab 90 soal dalam waktu 100 menit.  Mereka yang tidak bisa menjawab hanya bisa geleng-geleng dan memegang kepala. Sementara yang sudah menyelesaikan soal dengan baik keluar ruangan dengan lega.

Seperti Baharian, salah seorang tenaga penyuluh pertanian yang telah mengabdi 12 tahun di wilayah Praya Barat. Saat keluar dari ruangan, ia sangat senang karena mengetahui nilainya memenuhi passing grade. Selangkah lagi dia akan menjadi seorang pegawai. Meski kontrak tetapi gaji dan tunjangan setara PNS.

“Saya mau telpon istri saya dulu,  Alhamdulillah saya lolos,” kata pria bertubuh kurus itu yang tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya.

Soal-soal tersebut menurutnya cukup susah, tapi dia bersyukur bisa lulus pasing grade. Dalam ujian itu ia mengumpulkan nilai kompetensi teknis 69, kompetensi manajerial 16, kompetensi sosio kultural 8, dan tes wawancara dengan nilai 28.

Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB Yusul Harudian Putra menjelaskan, secara keseluruhan pelaksanaan tes lancar meski sempat mati lampu di Bima. Tapi segera bisa diatasi. “Seluruh hasil rekapan nilai akan diolah dan diumumkan pusat,” jelasnya.

Seperti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), seleksi PPPK juga harus lolos nilai ambang batas kelulusan. Hal itu ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpanrb) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja untuk Guru, Dosen, Tenaga Kesehatan, dan Penyuluh Pertanian.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kemenpan-RB Mudzakir menjelaskan, nilai ambang batas atau passing grade untuk kompetensi teknis, manajerial, serta sosial kultural paling rendah 65 (akumulatif), dan nilai kompetensi teknis paling rendah 42. Jika peserta memenuhi nilai ambang batas tersebut, maka juga harus melampaui nilai ambang batas wawancara berbasis komputer paling rendah 15.

Setiap peserta seleksi PPPK harus melalui tiga tahapan yakni seleksi administrasi, seleksi kompetensi, dan seleksi wawancara. Dalam seleksi peserta harus mengerjakan 100 soal, terdiri dari 90 soal kompetensi teknis, manajerial, serta sosial kultural, dan 10 soal wawancara berbasis komputer.

Seleksi PPPK tahap I dibuka bagi eks K2 yang mengikuti tes tahun 2013 pada jabatan guru, dosen, dan tenaga kesehatan yang terdapat dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN). Serta data Kemenristekdikti untuk dosen. Sebanyak 372 pemerintah daerah telah menyampaikan usulan kebutuhan PPPK.

Pelamar yang belum terverifikasi oleh instansi terkait, belum dapat diikutsertakan dalam tes pengadaan PPPK saat ini. Kepala BKD NTB H Fathurrahman menambahkan, mereka yang tidak lolos seleksi akan kembali mengabdi sebagai honorer di intansi tempat mereka mengabdi saat ini. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.
Enable Notifications    Ok No thanks