alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Gubernur: Investasi di Rinjani Tidak Langsung Diterima

MATARAM-Rencana investasi di Gunung Rinjani tidak akan langsung diterima. ”Setiap investasi ada aturannya,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah di Hotel Lombok Raya, kemarin (24/2).

Gubernur menegaskan, dia belum tahu persis seperti apa rencana investor mengelola kawasan Gunung Rinjani. Baik penyediaan fasilitas glamping maupun helikopter. Pengusaha baru presentasi di Balai Taman Nasional Guung Rinjani (TNGR), belum ada komunikasi dengan pemprov. ”Itu bukan di bawah (kewenangan) kami,” katanya.

Zul meminta masyarakat tenang menyikapi persoalan tersebut. ”Nanti kita lihatlah, jangan sampai masih isu semua, kita sudah ribut duluan,” katanya.

Dia yakin, kalau investasinya sudah pasti, baru mungkin disampaikan ke pemprov. ”Tidak semua investasi gebyah uyah (disamaratakan) langsung diterima begitu saja, nggak,” tegasnya.

Gubernur Zul menilai, wajar jika banyak investor tertarik mengelola wisata di Rinjani karena keindahan alamnya sudah tersohor. ”Keindahan Rinjani itu sudah mendunia,” katanya.

Direktur World Wide Fund for Nature (WWF) NTB Ridha Hakim mengapresiasi  Balai TNGR mengadakan pertemuan dengan perwakilan pemerintah, pelaku usaha, pemerhati dengan calon investor. ”Itu bentuk keterbukaan mereka,” ujarnya.

Tapi WWF kembali mengingatkan, pemerintah harus hati-hati memberikan izin kepada investor. Terlebih lokasi pembangunan glamping berdekatan dengan zona inti Rinjani yakni Danau Segara Anak. ”Kami meminta balai TNGR berhati-hati,” imbuhnya.

Sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen-LHK) Nomor 76 Tahun 2015, diatur, zona pemanfaatan dikelola utamanya untuk pariwisata alam. Namun pembangunan sarana prasarana dilakukan secara tebatas. ”Kata ‘terbatas’ ini harus menjadi pertimbangan, apalagi berdekatan dengan zona inti TNGR,” katanya.

WWF berharap, jika nanti dilakukan kajian soal rencana itu, pemerintah mengajak semua pihak. ”Melibatkan berbagai unsur,” harapnya.

Karena itu, WWF meminta perlu ada penelitian terhadap zona pemanfaatan TNGR. ”Tujuannya untuk  mengetahui dampak terhadap lingkungan, khususnya flora dan fauna, serta persepsi wisatawan sendiri,” katanya.

Ia menambahkan, TNGR dan pemerintah harus memiliki kebijakan strategis untuk mengkaji kelayakan program pembangunan di sebuah wilayah. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks