alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

MotoGP Mandalika Sebentar Lagi, Ketersediaan Kamar Hotel Masih Minim

MATARAM-MotoGP 2021 diperkirakan akan menyedot perhatian ratusan ribu orang. Fasilitas akomodasi dan penginapan harus jadi perhatian serius. “Ini perlu dikaji kembali oleh pemerintah,” kata Ketua Kehormatan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB I Gusti Lanang Patra.

Dia menilai, memperbanyak penginapan menjadi poin penting. Hal ini perlu dilakukan, mengingat jumlah tamu yang datang diperkirakan mencapai 150 ribu orang. Di sisi lain, jumlah kamar hotel di NTB hanya 16 ribu. Baik hotel berbintang sampai hotel melati.

“Di sisi lain yang namanya investor tentu ada kesinambungannya, setelah perhelatan itu kamar-kamar yang dibangun akan dijadikan apa,” tanyanya.

Menurutnya, saat ini kondisi kunjungan hotel dalam masa low season. Bahkan untuk di resort saja hanya ramai pada bulan-bulan tertentu. Seperti pada Juni, Juli, Agustus, Desember dan liburan sekolah. Sedangkan hotel pada bulan Januari-Maret kegiatan MICE sedang low season.

“Kalau sekarang bagaimana setelah MotoGP itu, lalu hotelnya mau di apakan. Investor juga berhitung mereka, karena event berlangsung hanya beberapa hari saja, terus kamar hotel yang banyak itu bagaimana,” ujarnya.

Sementara itu, pemerintah sendiri sanggup tidak mendatang tamu sebanyak itu. Terutama pada kesiapan airport, destinasi, promosinya, dan masih banyak hal yang perlu di persiapkan. Tidak hanya dengan menyediakan kamar hotel saja, karena ini merupakan pariwisata.

“Memang ini kita pembangun hotel begitu banyak, untuk mengundang investor. Sedangkan investor sebelum membangun mereka membuat kajian, ada studi kelayakan dan mereka akan bertanya event ini berapa lama,” tutur pria yang juga General Manager (GM) Hotel Lombok Raya tersebut.

Hal tersebut perlu di kaji ulang pemerintah. Meskipun akan ada beberapa event diadakan setelah gelaran internasional tersebut. Namun bagaimana dengan kondisi hotel kedepannya. Karena di masa low season saat ini saja banyak hotel yang kamar hotelnya tidak terpakai. Tak hanya itu, dari sisi kesiapan direct flight untuk mendatangkan tamu ke NTB belum terpenuhi.

“Jadi masih sangat terbatas, logikanya seperti itu. Kita berfikir secara logis saja. Misalnya, datang sekian banyak itu dari mana saja, sedangkan penerbangan kita sendiri hanya dua kali yang dari luar negeri langsung ke Lombok,” ungkapnya.

Sementara itu, pemenuhan kamar hotel untuk persiapan MotoGP, pemprov akan membuat rumah warga menjadi tempat penginapan dengan menggunakan virtual hotel operator. Sayangnya, hal tersebut ditolak oleh para pengusaha hotel. Lantaran penyedian kamar mereka tidak dikenai pajak.

“Kalau mau ambil solusi itu (virtual hotel operator) teman teman hotel juga tidak menginginkan, jadi harus di pikirkan kembali,” pungkasnya. (tea/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Desa Mantang Masuk Nominasi Juara Lomba Kampung Sehat

Desa Mantang menjadi salah satu desa yang masuk nominasi juara pada Lomba Kampung Sehat di Lombok Tengah. Total ada 10 desa terbaik dari 139 desa dan kelurahan yang mengikuti lomba dari Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks