alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Ahyar Akan Cecar Kepala OPD

MATARAM-Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI telah selesai melakukan audit. Hasilnya ada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai belum akuntabel dalam laporannya. Salah satunya, RSUD Kota Mataram.

Salah satunya terkait proyek rekam medik dengan nilai anggaran Rp 16,7 miliar atau pagu 18,2 miliar. Ditemukan ada kelebihan pembayaran Rp 500 juta. Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh pun masih enggan mengomentari. “Selalu ada temuan setiap tahun,” kata Ahyar singkat.

Ia menduga hal ini karena ada persoalan administrasi atau dokumen yang tidak lengkap. Sehingga pelaporannya belum maksimal disampaikan pada BPK saat audit beberapa waktu lalu. Hanya saja Ahyar juga merasa perlu mendapat penjelasan dari manajemen RSUD terkait temuan itu. “Nanti kita minta minta penjelasan dulu (dari RSUD),” ulasnya.

Ia meyakinkan akan melakukan evaluasi secara menyeluruh. Sehingga persoalan dibalik temuan-temuan BPK pada beberapa OPD bisa diselesaikan. “Ya pasti kita evaluasi,” tandasnya.

Selain RSUD ada beberapa OPD lain yang juga bermasalah dari sisi akuntabilitas laporan keuangan. Di antaranya Dinas PUPR, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. “Iya (terkait proyek-proyek),” cetus Ahyar.

Ahyar merasa perlu memanggil dulu semua kepala dinas. Lalu mengevaluasi catatan-catatan yang diberikan BPK. Ahyar tak menjawab pasti apakah nanti, OPD akan diminta mengembalikan kerugian itu atau menarik dari pembayaran lebih pada rekanan. “Nanti kita lihat (setelah evaluasi),” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Miftahurrahman tak memberi tanggapan terkait beberapa catatan BPK sekalipun ada di dekat Ahyar. Miftah butuh waktu mempelajari temuan-temuan itu, mengingat ia belum lama ini menjadi kepala Dinas PUPR Kota Mataram.

Sementara itu, Direktur RSUD Kota Mataram dr HL Herman Mahaputra, sempat mendengar informasi adanya temuan itu. Namun ia enggan mengonfirmasi apakah itu sudah valid atau tidak. “Saya harus mendiskusikannya dulu,” kata pria yang beken di sapa dokter Jack ini.

Ia pun telah meminta bagian yang punya tugas mengerjakan proyek itu menindaklanjuti temuan itu. Membahas dengan rekanan terkait adanya kelebihan pembayaran dan kekurangan volume seperti yang disebut BPK. “Karena mereka (rekanan) juga mengklaim kelebihan volume,” ujarnya.

Pembahasan antara pihaknya dengan rekanan, diharapkan dapat menjadi petunjuk penyelesaian temuan ini. Sehingga baik antara pemerintah dengan rekanan tidak ada yang merasa dirugikan. “Ya solusi yang win-win solution-lah,” harapnya. (zad/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks