alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Sudah Sampai Luar Negeri, Produsen Siapkan Tahu Siap Saji

Nama tahu 151 A cukup dikenal, bahkan sampai keluar negeri. Kualitas rasa tahu ini berbeda seperi tahu pada umumnya.

ALI ROJAI, Mataram

===================

JALAN Prabu Rangkasari, Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram terlihat ramai. Kendaraan roda dua maupun roda empat lalu lalang di jalan tersebut. Memanfaatkan hari libur jalan ini seperti tidak ada matinya. Jika anda melintas dari arah selatan, tepatnya di sebelah utara jembatan Abian Tubuh anda akan menemukan plang tahu 151 A. Nama toko tahu ini persis sama dengan nama rumah. Yakni 151 A.

Waktu itu tempat ini tidak terlalu ramai. Hanya beberapa orang yang terlihat duduk asyik menghadap ke jalan. Sesekali pengendara sepeda motor dan mobil parkir di toko itu. Mereka tidak lain hanya untuk membeli tahu 151 A yang katanya sudah melegenda sejak puluhan tahun.

Tahu 151 A sudah cukup dikenal di kalangan masyarakat, bahkan wisatawan. Usaha yang didirikan H Abdul Muhamimin sejak 1967 konsumennya tidak hanya dari dalam negeri, namun juga luar negeri. Tidak jarang para turis lokal maupun mancangera memburu tahu ini untuk dijadikan oleh-oleh. “Kebanyakan pelanggan kita dari luar,” sebut MH Abdul Muhamin, pemilik usaha tahu 151 A.

Harga tahu 151 A lebih mahal dibandingkan dengan tahu yang dijual pada umumnya. Per biji kata Muhaimin, sapaan karibnya menjual tahunya dengan harpa Rp 5 ribu. Beda dengan harga tahu di pasar atau pedagang umumnya dengan uang Rp 5 ribu bisa mendapatkan tiga biji. Namun kata dia, belum tentu rasanya akan sama seperti tahu buatannya.”Tahu ini lebih gurih dan lezat,” akunya.

Menjaga kualitas menjadi  modal utama Muhaimin dalam menjalankan bisnis satu ini. Dalam memproduksi tahu ia selalu menjaga kualitas kedelai yang digunakan. Sebelum kedelai digunakan sebagai bahan pembuatan tahu, terlebih dahulu ia menjemurnya. Setelah itu dibersihkan, lalu direbus. Kedelai yang digunakan ini harus benar-benar bersih. Tidak ada ampas. Karena ini akan mempengaruhi kualitas tahu. Jika kedelai ini tidak dalam keadaan bersih atau masih ampasnya maka lalu diproduksi maka akan menghasilkan tahu yang lebih banyak. Namun dari segi rasa  kurang. Jadi kata dia, orang akan tahu rasa ini dari kualitas yang ia ciptakan sendiri. “Sekarang kita bisa produksi lebih banyak, tapi dari kualitas kita turun. Nah seperti itu saya tidak mau,” cetusnya.

Sampai kapan pun ia akan mempertahankan kualitas. Caranya dengan mengedepankan pengolahan dan bahan-bahan yang digunakan. Lidah seseorang tidak bisa dibohongi untuk merasakan makanan itu enak atau tidak. Oleh sebab itu, akan tetap menjaga kualitas tahu yang dirintisnya dari tahun 60-an ini. “Kami dalam bisnis ini menjaga kualitas. Kalau tidak seperti itu pelanggan akan lari,” sebutnya.

Sejauh ini akunya, untuk konsumen kebanyakan dari luar daerah seperi dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi. Bahkan ada yang dari luar negeri datang ke sini untuk memesan tahu. Seperti dari Malaysia dan Saudi Arabia. Selain itu banyak juga  konsumen yang memesan secara online untuk dikirim. “Dua hari tahu ini bisa bertahan. Tapi kalau dimasukkan di dalam kulkas atau tempat dingin bisa satu minggu,” tutur pria 50 tahun ini.

Dalam menjaga kualitas rasa tahu Muhaimin juga tidak memproduksi dalam jumlah yang cukup besar. Dalam sehari ia memproduksi tahu seribu biji dengan bahan pilihan. “Dalam satu hari 10 cetak. Percetak akan menghasilkan 100 biji tahu,” akunya.

Sementara anaknya Hj Maisaroh mengatakan usaha ini yang membuat ia dan saudaranya bisa sekolah sampai sarjana. Bahkan kini, orang tuanya sudah melebarkan sayap usaha ini dengan memperluas toko untuk pemasaran. Kini kata dia, tidak hanya tahu mentah saja yang dijajakan, melainkan juga ada kerupuk tahu dan tahu goreng yang siap saji. “Ini bisa diorder langsung,” cetus perempuan berjilbab ini.

Memasuki zaman yang serba online ini menurutnya, usaha tahu ini harus memberikan banyak varian kepada konsumen. Tak hanya tahu mentah saja, namun juga harus ada pilihan. Seperti tahu krispi, tahu goreng, dan kerupuk tahu. Di sini (toko) sebut dia, para konsumen bisa langsung menikmati tahu siap saji. Bahkan bisa dipesan secara online. “Kalau mau coba kualitas tahu 151 A, silahkan datang ke Abian Tubuh,” sarannya. (*/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks