alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Tunggakan Bantuan Rp 55 Miliar Sudah Ditranfer

MATARAM-Dinas Perumahan san Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram mengklaim kekurangan dana bantuan bnagi korban gempa sudah ditranfer. Kekurangan dana Rp 55 miliar bagi korban gempa kategori rumah rusak sedang dan ringan  sudah ditranfer ke PPK BPBD Kota Mataram. “PPK BNPB sudah mentransfer kekurangan dana tersebut ke PPK BPBD Mataram. Bantuan ini sudah disalurkan melalui kelompok masyarakat (pokmas) penerima bantuan,” kata Kepala Dinas Perkim Kota Mataram HM Kemal Islam, pekan lalu.

Diungkapkan, setelah dana Rp 55 juta ini ditranfer maka penyaluran bantuan untuk korban gempa Mataram tahap pertama dianggap telah selesai. Total dana bantuan untuk korban gempa bumi di Mataram sebesar Rp285 miliar, dengan total sasaran 13.437 unit rumah. Rinciannya rusak berat 2.396 unit, rusak sedang 2.777 unit dan rusak ringan 8.264 unit. “Para korban gempa bumi mendapatkan dana bantuan sesuai janji pemerintah yakni Rp 50 juta untuk rusak berat, Rp 25 juta untuk rusak sedang dan Rp 10 juta untuk rusak ringan,” terangnya.

Kini kata Kemal, bantuan ini  sudah tidak ada masalah. Sekarang ini yang terpenting bagaimana memotivasi para korban mempercepat proses pembangunan hunian tetap (huntap) untuk rusak berat serta renovasi untuk korban rusak sedang dan ringan. Apalagi masa tanggap darurat sampai 12 April 2019.  Dan akan masuk ke masa rehabilitasi dan rekonstruksi mulai 13 April sampai 20 September 2019. “Masih banyak panjang untuk membangun, tapi masyarakat tak boleh terlalu santai,” tuturnya.
Kemal mengaku, progres pembangunan rumah rusak berat cukup bagus. Dari 1.584 unit rumah rusak berat, sebanyak 886 unit sudah terbangun. Saat  ini, pemerintah kota kembali mengusulkan bantuan sebesar Rp 20 miliar untuk korban gempa bumi yang tidak terdata dalam Surat Keputusan Wali Kota Mataram. Mereka yang tidak terakomodasi ini ada yang rumahnya rusak ringan, sedang dan berat.

Warga yang tidak terdata karena beberapa faktor. Mereka tidak yakin mendapat bantuan, dan setelah melihat ada bantuan riil barulah mereka meminta untuk diakomodasi. “Ada juga yang tidak mau merobohkan ruamhnya karena dianggap dana Rp 50 juta tak cukup untuk membangun kembali,” tukasnya.

Sementara itu Ketua Pokmas Gotong Royong Lingkungan Jangkuk, Kecamatan Sandubaya Gupran mengatakan, pembangunan rumah rusak berat konsep Rumah Instan Konvensional (Riko) tinggal finishing. Pihaknya sudah mengajukan pengajuan dana termin ketiga untuk disalurkan guna menuntaskan yang belum rampung. “Kami sudah meminta anggota kelompok untuk mengajukan pembelian daun pintu, jendela dan kusen. Kalau bisa cari yang bagus,” tutupnya. (jay) 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks