alexametrics
Sabtu, 25 Juni 2022
Sabtu, 25 Juni 2022

Temu Lapang Petani Mataram Kuatkan Balai Penyuluh Pertanian

MATARAM-Pemkot Mataram mendukung penguatan Balai Penyuluhan Pertanian yang bertempat di Kelompok Tani Bertais Daye, Kecamatan Sandubaya, kemarin (23/5). Kegiatan bertajuk Temu Lapang Petani dihadiri Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi, Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli, Ketua TP PKK Kota Mataram Hj Kinnastri Mohan Roliskana, Camat Sandubaya Henny Suyasih, lurah se-Kecamatan Sandubaya, ketua Kelompok Tani Nelaya Andalan (KTNA) Kota Mataram dan kelompok tani.

Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana menyambut baik kegiatan temu lapang dengan para kelompok tani Kota Mataram untuk membahas kemajuan arus komunikasi dan teknologi bukan untuk sebatas kegiatan menanam dan juga panen.

“Kegiatan ini menjadi salah satu metode pemberdayaan dilakukan untuk petani yang dirancang sedemikian rupa melalui pertemuan antara petani, peneliti, dan penyuluhan dengan tujuan saling tukar informasi teknologi pertanian yang diterapkan,” kata orang nomor satu di Kota Mataram ini.

Baca Juga :  Tuan Rumah Mataram Keluar Sebagai Juara Umum PESODa I/2022

Dia berharap dengan adanya kegiatan ini  ada ilmu didapatkan para petani mengenai masalah dan hambatan yang dihadapi dalam bercocok tanam. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan  bentuk implementasi dari penyuluhan yang berazaskan demokrasi sebagai gerakan masyarakat di lapangan. Sekaligus sebagai ajang transfer ilmu serta teknologi terbaru dari dinas terkait.

“Saya berharap kita semua bisa saling berbagi dan bertukar pengalaman dalam upaya meningkatkan produksi hasil pertanian di Kota Mataram dan meningkatkan kesejahteraan diri. Serta terus berinovasi dalam meraih prestasi dibidang pertanian,” urainya.

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli berharap pada musim tanam para petani  memanfaatkan langsung lahan pertanian. Jangan sampai lahan dibiarkan nganggur terlalu lama. “Kalau dibiarkan tiga minggu nganggur  kan rugi. Waktu tiga minggu bisa untuk bercocok tanam,” jelasnya.

Baca Juga :  Pernikahan Sesama Jenis Buyar, Dukcapil Mataram Lacak Pemalsuan KTP dan KK

Dia ingin gerakan tanam bisa dilakukan petani. Jangan sampai setelah panen lahan dibiarkan begitu saja. Tidak langsung cepat ditanami kembali lahan yang kosong. “Program temu lapang petani akan mempercepat proses tanam agar bisa produksi. Ini menjadi sasaran kita,” tegasnya.

Dia ingin petani bisa sampai empat kali panen dalam setahun. Lahan tidak dibiarkan berlama-lama tidak ditanami. “Begitu selesai panen langsung lahannya digarap kembali agar hasil produksi lebih tinggi. Kalau petani nyewa lahan bisa balik modal dan mencapai target,” ujarnya.

Lebih jauh dijelaskan, untuk produksi gabah kering di Kota Mataram mencapai 22 ribu ton per tahun. Namun terkadang harga gabah kering pasang surut. Kadang naik, kadang turun. Untuk itu dia meminta petani untuk melihat pasar saat menjual gabah agar tidak rugi. (jay/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/