alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Batal Berangkat, Calon Haji di Mataram Bisa Tarik Uang Hingga 31 Juli

MATARAM-Pemerintah Indonesia tidak akan mengirim calon jamaah haji (CJH) ke tanah suci pada tahun 2020 ini. Atas dasar itu, beberapa Calon Jamaah Haji (CJH) menarik kembali dana pelunasan yang sudah mereka serahkan.

Di Kota Mataram, tercatat ada empat CJH yang sudah mengajukan penarikan dana pelunasan. “Kami sudah meneruskan permintaan empat CJH ke Dirjen Peyelengaraan Haji dan Umrah (PHU) untuk diproses,” kata Kasi Peyelengaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Mataram Hj Ratna Mufida.

Seperti diketahui, Kemenag telah mengambil keputusan meniadakan penyelenggaraan ibadah haji 2020 akibat Covid 19. Kendati demikian, Kemenag memperbolehkan CJH menarik dana setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini.

Bagi CJH yang akan mengambil dana pelunasan akan diteruskan ke Dirjen PHU. Baru kemudian dirjen akan meneruskan ke BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji).

“BPKH nanti langsung mengirim dananya lewat Bank Penerima Setoran (BPS) untuk setoran pelunasannya,” tutur dia.

Diungkapkan, Kemenag Kota Mataram hanya sebatas mengirim data CJH yang sudah mengajukan penarikan dana setoran pelunasan ke Kemenag pusat. Tentu, setelah pihaknya memverifikasi persyaratan CJH yang bersangkutan. Agar dana setoran pelunasan pemohon bisa dicairkan lewat BPS. “Kami hanya memproses saja,” ujar perempuan berjilbab ini.

Biaya pelunasan haji  2020 sebesar Rp 37 juta lebih per jamaah. Informasinya kata dia, dari empat CJH di Kota Mataram yang telah mengajukan penarikan dana setoran pelunasan sudah ada yang menerima uangnya.

“Mudah-mudahan semuanya sudah. Karena itu bukan tanggung jawab kita,” ungkapnya.

Diutarakan, batas pengajuan penarikan dana setoran pelunasan haji 31 Juli 2020 mendatang. Jika lebih dari batas waktu ditentukan maka CJH tidak bisa mengajukan.

Untuk diketahui, kuota haji di Kota Mataram 2020 sebanyak 741 CJH. Dari jumlah itu, jamaah yang seharusnya akan berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini sebanyak 739 CJH. Karena sudah melunasi BPIH baik tahap pertama dan tahap kedua.

Tapi, tidak semua CJH menarik uang pelunasan yang sudah mereka setor. Mustaid misalnya. Ia memilih pasrah. “Mau bilang apa. Mau tidak mau kita terima,” kata Mustaid, salah seorang calon jamaah haji (CJH) Kota Mataram, kemarin.

Ia dan istrinya sebenarnya sedih, karena sudah bertahun-tahun menunggu. “Kami sebenarnya sudah sangat siap menunaikan ibadah haji ini,” kata pria asal Karang Jangkong itu.

Mustaid bersama istrinya mengaku sudah mendapat buku panduan pelaksanaan haji. Pelunasan biaya menjalankan ibadah haji pun sudah ia lunasi. “Saya tidak menyesal sudah melakukan pelunasan,” katanya.

Karena itu, meski Kemenag Kota Mataram mengeluarkan kebijakan terkait uang penulasan bisa ditarik kembali. Mustaid enggan untuk menariknya. “Saya benar-benar tulus. Uang itu sudah saya niatkan untuk menjadi biaya berangkat haji bersama istri,” bebernya. (jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lomba Kampung Sehat Bawa Berkah untuk Warga

Lomba kampung sehat di Lombok Tengah ternyata membawa keberkahan bagi warga. “Salah satunya, keberkahan perputaran ekonomi,” ujar Kapolsek Pringgarata AKP Suherdi, Senin (13/7).

Katanya Gak Boleh, Kok Ritel Modern di Lotim Makin Menjamur?

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim memberikan lampu hijau bagi para investor yang hendak berinvestasi. Termasuk kehadiran ritel modern yang oleh beberapa pihak dianggap membunuh pedagang kecil. “Lotim ini zona hijau untuk berinvestasi,” kata  Kepala DPMPTSP Muksin pada Lombok Post, Senin (13/7).

Yuk.. Beli Sayur Segar di Embung Bengkel, Praya : Bisa Petik Sendiri!

Petani dan Pemerintah Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya Lombok Tengah, mencoba meniru budi daya sayur di Sembalun, Lombok Timur. Berikut ulasannya.

Sempat Bebas Korona, Lombok Utara “Merah” Lagi

Sempat zero case (nol kasus) positif Covid-19, pertahanan KLU dalam melawan virus Korona jebol lagi. Dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas tertanggal 13 Juli, ada dua pasien positif yang tengah dirawat, dan satu orang meninggal dunia.

Polemik di Tanjung Bias, BPN Sarankan Pemdes Senteluk Gugat ke PTUN

Polemik sempadan Pantai Tanjung Bias yang belakangan diketahui memiliki sertifikat lahan milik pribadi belum menemui titik terang. Permintaan pemerintah desa agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat (Lobar) membatalkan sertifikat lahan tersebut belum bisa terpenuhi.

Warga Lobar Boleh Ikuti Pemakaman Pasien Korona, Ini Syaratnya

Kasus pemulangan paksa jenazah pasien Covid-19 kian marak. Yang terbaru kasus warga Desa Mekarsari yang memulangkan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.
Enable Notifications.    Ok No thanks