alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Duit Habis Tersedot Korona, Pemkot Mataram Tunda Proyek Fisik

MATARAM-Proyek fisik di sisa tahun anggaran 2020 diproyeksikan tidak bisa dilakukan Pemkot Mataram. ”Sulit. Apalagi dengan nilai besar dan yang memerlukan proses tender lebih dulu,” kata Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura.

Untuk tahun ini, beberapa kegiatan pembangunan fisik, tertunda pelaksanaannya. Akibat anggarannya direlokasi untuk penanganan covid di Kota Mataram.

Harapan untuk melanjutkan muncul setelah rencana penarikan anggaran refocusing. Yang nantinya akan dikembalikan ke masing-masing OPD. Dimasukkan melalui anggaran perubahan pada tahun ini.

Hanya saja, setelah melihat sisa waktu, Mahmuddin menyebut tidak mungkin melakukan proyek fisik. Pembahasan APBD Perubahan membutuhkan waktu yang cukup panjang. Bisa selesai di Agustus atau September.

Setelah itu, baru bisa dilakukan proses lelang. Yang juga memakan waktu paling cepat satu bulan. Praktis, dalam hitung-hitungan Mahmuddin, maksimal hanya tersisa dua bulan untuk pengerjaan fisik.

”Kita tidak mau memaksakan. Nanti malah bisa molor pengerjaannya,” imbuh Mahmuddin.

Karena itu, proyek berkelanjutan, seperti pembangunan gedung Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) berpotensi tidak bisa dikerjakan tahun ini.

Begitu juga dengan proyek penataan kompleks perkantoran di Jalan Lingkar Selatan. Yang semula menjadi proyek prioritas pada tahun ini. ”Yang itu juga tidak bisa dilakukan,” katanya.

Mengenai potensi penundaan proyek fisik, Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Miftahurrahman mengatakan, realisasi kegiatan nanti bergantung pada kebijakan pimpinan. ”Nanti kita tunggu arah kebijakannya seperti apa,” kata Miftah.

Kata Miftah, PUPR sebenarnya telah melakukan mengupayakan lelang proyek dari awal tahun. Bahkan ada empat proyek yang sebelumnya sudah masuk tahapan tender. ”Tapi kan ditarik lagi karena instruksi Menteri Keuangan,” kata Miftah.

Empat proyek dari Dinas PUPR yang sempat masuk Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, antara lain peningkatan jalan di Banda Seraya/Wirasenggala dan Komplek Ahmad Yani. Masing-masing proyek senilai Rp7,8 miliar dan Rp2miliar.

Kemudian ada supervisi kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi dengan nilai proyek Rp155 juta. Serta pemeliharaan berkala atau rehabilitasi jalan paket satu senilai Rp2,3 miliar. Empat kegiatan tersebut urung terealisasikan akibat pandemi covid. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks