alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Menikmati Sunset Sambil Bermain Layangan di Pantai Loang Baloq Mataram

Layang-layang berukuran besar menghiasi langit Pantai Loang Baloq. Jadi alternatif tontonan baru sambil menikmati sunset di destinasi wisata andalan Kota Mataram ini.

 

Wahidi Akbar Sirinawa, Mataram

 

”Anginnya kencang di sini. Pohon juga sedikit,” kata Dede, warga Lingkungan Karang Medain, kemarin.

Pantai Loang Baloq sudah cukup lama jadi pilihan Dede. Bersama belasan teman-temannya. Mereka datang dari berbagai penjuru Kota Mataram. Bahkan, ada juga dari Gunungsari, Lombok Barat. Yang datang khusus untuk bermain layang-layang di pantai ini.

Angin pantai yang kencang membuat layang-layang mereka bisa bertahan lebih lama di atas. ”Apalagi pas bulan-bulan sekarang ini. Anginnya kencang kan,” tuturnya.

Aktivitas bermain layangan di Pantai Loang Baloq dimulai sekitar dua pekan terakhir. Dede mengatakan, mereka sempat vakum selama dua bulan. Semenjak wabah covid muncul. Yang membuat destinasi wisata, termasuk Pantai Loang Baloq, ditutup Pemkot Mataram.

”Pas datang kemarin, pantainya sudah dibuka. Kita langsung balik main layangan lagi ke sini,” ujar Dede.

Layangan yang dimainkan Dede masuk kategori layang-layang hias. Ukurannya besar. Namanya layangan bebean dan janggan. Layangan Bebean miripnya bentuknya dengan ikan. Sementara Janggan memiliki bentuk khas dengan ekor yang panjangnya bisa lebih dari lima meter.

Ini bukan layangan aduan, kata Dede. Menerbangkannya harus menggunakan benang nilon yang tebal. Beberapa bahkan memakai tali yang biasa digunakan untuk menjemur pakaian. ”Kalau pakai benang gelasan, gak kuat. Langsung putus layangannya,” kata Dede.

Lebih lanjut, selain faktor angin kencang, dipilihnya Pantai Loang Baloq dikarenakan tempat tersebut merupakan destinasi wisata. Layangan yang mereka terbangkan, menjadi tontonan wisatawan yang datang.

”Asyik aja jadi tontonan. Ada yang muji kalau bentuk layangannya bagus,” tuturnya.

Pemkot Mataram sebenarnya telah mengeluarkan imbauan mengenai larangan bermain layang-layang. Sebab, bisa mencelakakan pengendara motor, akibat benang tersangkut di pohon maupun tiang listrik yang melintang di jalanan.

Namun, ada pengecualian untuk aktivitas permainan layang-layang di Pantai Loang Baloq. Satpol PP yang bertugas melakukan penindakan, tidak mempersoalkannya. ”Gak masalah. Benangnya kan beda. Terus bukan layangan aduan juga. Jadi aman,” kata Komandan Satpol PP Kota Mataram Bayu Pancapati. (*/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks