alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Waduh..!!! Beras Bantuan JPS Mataram Kutuan

MATARAM-Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram mengecek sembako yang masuk dalam jaring pengaman sosial (JPS) Kota Mataram sebelum didistribusikan ke masyarakat. Tim gugus menyebar ke beberapa rekanan yang menyiapkan sembako JPS bagi warga terdampak Covid-19 Kota Mataram.

Di CV Ujung Langit, tim langsung memeriksa bererapa sembako. Kerupuk, Gula, Beras, dan beberapa produk UMKM yang masuk JPS. Saat pengecekan, tim menemukan beras yang akan dibagikan ke masyarakat, berkutu.

“Semuanya (berat dan jumlahnya) sudah pas. Hanya beras kutuan ini kita minta diganti,” kata Inspektur Inspektorat Kota Mataram HL Alwan Basri, kemarin.

“Rekanan juga sanggup mengganti,” imbuh mantan Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram itu.

Alwan meminta agar CV Ujung Langit mengganti semua beras. Terdapat tiga jenis beras yang diganti karena ada kutu. Dia juga akan meminta pihak Bulog mengecek beras di CV Ujung Langit ini. Apakah layak atau tidak dikonsumsi. “Yang lain-lainnya (Sembako, Red) sudah bagus. Takarannya juga sudah pas,” terang Alwan.

Dari komunikasi dengan pihak CV Ujung Langit, Alwan menuturkan, beberapa hari ini rekanan siap mengganti beras. Dan waktunya juga masih panjang. “Senin mulai didistribusikan ke kantor lurah,” terangnya.

Tak hanya di CV Ujung Langit, tim gugus lainnya juga mengecek sembako di CV Bangil Persada di Kekalik sebagai penyedia JPS. Sembako yang masuk JPS tahap II yang akan disalurkan sebagian besar takarannya lebih. Beras, Gula, Abon, dan sembako lainnya takarannya lebih.

Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura mengatakan, sesuai dengan hasil rapat ada beberapa item sembako diganti dan dikurangi. Biskuit diganti dengan beberapa olahan makanan produk UMKM. Begitu juga dengan sabun yang dulunya enam biji, dikurangi menjadi tiga biji. “Pokoknya total satu paket ini Rp 250 ribu,” kata Tura.

Paling lambat, pendistribusian JPS tahap dua untuk 32.548 kepala keluarga (KK) sudah sampai masyarakat  30 Juli mendatang. “Sebelum lebaran bantuan ini sudah sampai masyarakat,” pinta mantan Kepala Dinas PUPR Kota Mataram ini.

Irma Erviana, perwakilan CV Ujung Langit mengatakan, pihaknya siap mengganti beras yang kutuan sesuai permintaan gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Mataram. Saat ini, kata dia, baru 8 ton yang datang dari kebutuhan 80 ton. Namun setelah ada penolakan dari gugus tugas maka beras akan diganti.

“Kalau yang lainnya sih tidak ada masalah. Kami hanya diminta ganti beras saja,” tutur perempuan berjilbab ini.

Direktur CV Bangil Persada Yosi Jorgi mengatakan, kesalahan yang sebelumnya menjadi pengalaman. Karena pada waktu itu belum ada timbangan. Belum lagi ia mempercayakan orang-orangnya yang menimbang sembako yang terdapat kurang takaran. “Kesalahan kemarin kita jadikan pengalaman,” ungkap dia.

Kini, hampir semua item sembako takarannya dilebihkan. Seperti beras rata-rata dilebihkan 150 sampai 200 gram. Begitu juga dengan gula dilebihkan 10 gram dan abon 5 gram.

Belajar dari sebelumnya, ia merasa tidak nyaman jika ada item sembako yang kurang untuk masyarakat terdampak Korona. Dia meminta barang-barang yang sudah siap ini bisa dikirim. Namun pemkot meminta agar paket sembako dikirim Senin (27/7) mendatang. “Kita ingin sih langsung dikirim. Ada seribu yang sudah dikemas. Kita siap kirim,” tuturnya

Jorgi merasa senang karena barang-barangnya diterima. Apalagi Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang dan Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura bersama pihak kepolisian mengecek langsung semabko JPS. Bahkan mereka menerima barang-barang yang memang layak dikonsumsi masyarakat. “Kita bersyukur bisa meyediakan sembako yang layak bagi masyarakat,” ungkapnya. (jay/r3)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).

Zona Merah, Pembelajaran Tatap Muka di Mataram Terlalu Berisiko

Pemkot Mataram belum bisa menerapkan pembelajaran tatap muka di sekolah. Karena kegiatan ini dinilai terlalu berisiko di tengah mewabahnya Covid-19 di Kota Mataram. “Pembelajaran tatap muka di sekolah belum bisa kita lakukan,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram HL Fatwir Uzali pada Lombok Post, Jumat (7/8)

Senin, Gerindra Janjikan SK Dukungan untuk Makmur-Ahda

Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda (Muda) belum memegang SK dukungan. Baik dari Partai Gerindra maupun PKB.

Inovasi Pengusaha Kuliner Mataram Gaet Pengunjung di Masa Pandemi

IKON KULINER IBU KOTA: Karyawan warung Sate Rembiga Hj Sinnaseh menyiapkan pesanan pelanggan, Kamis malam.( DIDIT/LOMBOK POST)

Sekolah Tutup Pendataan Pemilih Pemula di Mataram Terhambat

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Mataram kesulitan mendata warga  berusia 17 tahun atau pemilih pemula pada Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang. Alasannya, karena sampai saat ini belum ada proses belajar mengajar tatap muka dilakukan sekolah.

Satu Tenaga Kesehatan Positif Korona Sejumlah Ruang RSUD Bima Ditutup

Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bertugas di RSUD Bima ternyata sudah ada yang terpapar Covid-19.  Informasi yang berhasil dihimpun, ada sembilan yang terdiri dari Nakes dan pegawai RSUD Bima yang terpapar.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dugaan Mahasiswi Unram Dibunuh Menguat

Penyidik terus mengumpulkan bukti mengungkap penyebab kematian gadis berinisial LNS (inisial, Red). Sejauh ini, polisi belum mengungkap penyebab pasti kematian gadis yang baru diterima S2 Fakultas Hukum Unram.
Enable Notifications.    Ok No thanks