alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Lahan Rusni Tumbal Hindari KPK?

MATARAM-Persoalan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kota Mataram sempat diintai KPK. Fakta ini dibenarkan mantan Ketua Pansus RTRW Kota Mataram HM Nur Ibrahim. Setelah mengikuti seminar KPK di Jawa Tengah.

“Itu pidana kalau Kepala Daerah tidak bisa penuhi itu. KPK itu,” beber Nur Menceritakan hasil pertemuan di Solo, Jawa Tengah.

Peringatan KPK itulah yang membuat Pemerintah Kota Mataram bersama pansus mati-matian melobi ke Pemprov NTB hingga Pemerintah Pusat. Agar kewajiban pemenuhan LP2B di Kota Mataram sesuai dengan kemampuan daerah.

Seperti diketahui, kala itu Pemprov NTB ngoyoLP2B Kota Mataram seluas 1800 hektare (ha). Bukan seperti yang diusulkan Pemkot Mataram seluas 509 ha. Inilah titik nadir yang disebut Nur sebagai upaya habis-habisan Pemkot bersama Pansus. Melobi sana-sini agar LP2B Kota Mataram bisa disetujui 509 ha.

“Taruhan kita nyawa saat itu melawan provinsi,” ungkapnya.

Nur tidak menjelaskan lebih rinci. Apa arti taruhan nyawa yang ia maksudkan. Tapi ini tidak lepas dari kesulitan kota memenuhi permintaan provinsi harus menyediakan lahan 1800 ha. Sedangkan lahan kota saat itu hanya tersedia sekitar 1200 ha.

Pemenuhan 1800 ha juga dinilai tidak masuk akal. Malah akan membuat investasi di kota tamat. Karenannya pemkot kemudian mengusulkan agar beban LP2B di kota sebesar 509 ha. Sisanya dapat dibebankan ke daerah penyangga.

“Jadi jangan diserang kota kalau ada kebijakan terkait penetapan kawasan hijau, tapi provinsi yang memang memaksa kita harus seperti ini, kita sampai keluar urat leher sama provinsi,” bebernya.

Nur ingin mengatakan, dampak perubahan peruntukan yang akhirnya menimpa salah satu pengembang di kota yakni H Ahmad Rusni, muncul dari pertikaian sengit itu. Kota tidak punya pilihan lain, selain mematuhi kemauan provinsi menyediakan seluas-luasnya LP2B. Daripada Kepala Daerah tersandung persoalan dengan KPK.

Maka berbagai upaya dan kajian dilakukan. Guna mengukuti arahan dari pemerintah provinsi.

“Jadi sebenarnya 509 ha itu usulan yang sangat bijaksana, karena kita juga melihat geliat investasi yang terus tumbuh subur di kota,” ungkapnya.

Tidak ada niatan dari pemerintah dan pansus untuk mengakali pengusaha. Jika saat ini akhirnya ada salah satu pengembang yang keberatan, karena klaim 9 ha lahannya tidak bisa diabangun, itu bukan karena keinginan kota, tapi bentuk kepatuhan pada provinsi.

“Jadi jangan salahkan kota saja dong, kita juga mati kutu (penuhi permintaan itu)” bebernya.

Nur berharap Rusni bisa bersabar. Dengan keputusan yang akhirnya diambil pemerintah bersama pansus. Ia yakin kelegowoan Rusni akan berdampak baik. Terhadap hubungan antara Rusni sebagai pengusaha dengan pemerintah kota sebagai pemberi izin.

“Ke depan mungkin bisa diprioritaskan, agar usulan pengembangan miliknya dapat atensi lebih luas dari pemerintah. Jadi mohon sabar, sabar, sabar!” imbuhnya.

Ia ingin menegaskan, sarannya untuk bersabar ini bukan berarti ia berpihak pada pemerintah. Dan mengabaikan nasib pengembang. Ia ingin memposisikan diri senetral mungkin, dan menghindari rIsiko seburuk-buruknya terjadi.

“Beliau (Rusni) adalah putra NTB terbaik dan saya rasa memahami dengan baik kemauan provinsi dan pusat, di balik kebijakan yang dibuat kota,” pujinya.

Sementara itu Kepala Bappeda Kota Mataram H Amiruddin, ogah menanggapi serangan tajam Rusni padanya. Menurut dia yang pantas menjawab segala tudingan dan ancaman PTUN Rusni adalah bagian hukum.

“Ada bagian hukum, itu saja yang jawab,” ujar Amir pendek.

Ragam tudingan Rusni yang bertubi-tubi padanya juga dinilai sebagai serangan yang bersifat pribadi. Sehingga ia merasa tak perlu menanggapi apapun.

“Itu tuduhan personal, no comment saya!” tutupnya. (zad/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks