alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Pak Miftah Jangan Cuci Tangan Dong!

MATARAM-Ibu kota sebenarnya punya tata trotoar yang cantik nan indah. Tak sedikit ruasnya menggunakan motif cantik dan bahan material dari batu alam. Biaya pembuatan untuk trotoar semacam itu tentu tak murah. Demi membuat trotoar di Kota Mataram bisa seindah daerah lain.

Tapi rupanya pemerintah terlalu sibuk membuat dan menata. Namun lupa dengan pemeliharan. Trotoar di kawasan Bung Karno misalnya rusak sebelum waktunya. Padahal seharusnya kondisi trotoar itu masih terlihat baru.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Miftahurrahman yang ditanya masalah ini terkesan cuci tangan. Ia berkilah, kerusakan trotoar itu bukan tanggung jawabnnya.

“Oh itu ruas jalan provinsi. Jadi tanggung jawab mereka,” kilah Miftah.

Mantan Kepala Litbang Kota Mataram ini ogah ikut campur. Sekalipun trotoar itu berada di wilayah Ibu Kota. Bagi Miftah teritorial dan batas kerja lebih utama. Daripada buru-buru mengembalikan kondisi trotoar supaya kembali indah lagi.

“Nanti kalau kita yang kerjakan, salah kita,” cetusnya.

Namun Miftah berjanji akan mengkoordinasikan itu dengan pemerintah provinsi. Supaya segera ditangani. Sehingga trotoar itu bisa pulih sepeti sedia kala. Miftah menambahkan seharunya yang memelihara trotoar itu pun pihak provinsi.

“Mereka yang buat, mereka juga yang pelihara,” tandasnya.

Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram Abdul Malik mengkritik keras tanggapan Miftah. Menurutnya tak elok apa yang ada di wilayah kota selalu dilempar ke provinsi. Sekalipun kenyataanya torotoar atau jalan itu menjadi kewenangan provinsi.

“Seharusnya jawabannya bukan tugas provinsi, tapi akan kami upayakan untuk koordinasi diperbaiki, kan begitu,” cetusnya.

Sekalipun proyek itu milik pemerintah provinsi atau pusat sekalipun. Tetapi tanggung jawab untuk segera mengkoordinasikan ada pada daerah. Sehingga tidak terkesan cuci tangan dan tak mau ambil pusing dengan persoalan itu.

“Trotoar itu kan ada di kota ya tanggung jawab pemerintah kota dong. Mungkin bukan untuk penganggaran tapi paling koordinasi, jangan seperti lempar handuk, kalau masih betah jadi Kadis,” imbuhnya.

Lagipula, untuk pemeliharaan sepengetahuannya ada anggarannya di kota. Tanpa harus menunggu provinsi. Sehingga kerusakan yang lebih besar tidak perlu terjadi. Atau mengesankan seolah-olah rebutan proyek.

“Kalau kecil-kecil saya rasa ada anggarannya. Tapi kalau sengaja dibiarkan lalu jadi besar, memang harus sesuai siapa yang menangani,” tandasnya. (zad/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks