alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Pembangunan Jalan Bypass BIL – Kuta Ada Titik Terang

MATARAM-Rencana proyek pembangunan jalan Bypass BIL menuju Kuta Mandalika kembali mengemuka. Seperti ada harapan bahwa proyek prestisius Pemprov NTB yang satu ini akan terealisasi.

Kepala Bappeda NTB H Ridwansyah mengatakan, pemprov saat ini terus berjuang agar anggaran pembebasan lahan yang selama ini menjadi penghambat pembangunan jalan, bisa dibiayai Pemerintah Pusat atau melalui Bank Dunia.

“Karena jujur saja kita sekarang nggak punya kecukupan uang untuk itu,” tegasnya, kemarin (25/2).

Diketahui, total luas lahan yang harus dibebaskan mencapai 87 Ha. Anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 137 miliar, untuk membangun jalan sepanjang 25 kilometer. Sebelumnya, realisasi pembebasan lahan proyek jalan sudah digaungkan sejak 2018 lalu, namun gagal.

Karena skema pembiayaan pembebasan lahan, yang dibebankan ke Pemkab Lombok Tengah maupun Pemprov NTB, tidak menyanggupi hal tersebut. Sehingga kabar pembangunannya kembali meredup. Karena ada desakan dari pemerintah pusat, kabar pembangunan proyek jalan kembali mencuat.

Tak ingin melewatkan kesempatan Ridwan mengatakan, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah telah bertemu dengan Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Hadi Sucahyono disela-sela kegiatan Konsultasi Regional (Konreg) Kementerian PUPR di Hotel Lombok Raya beberapa waktu lalu.

“Pak Gubernur bilang, bisa nggak kami minta bantuan pemerintah pusat, orang kementerian menjawab bisa saja, asal bapak bersurat,” kutip Ridwan.

Sebagai bentuk komitmen Pemrov NTB dalam menjemput bola, koordinasi terus dilakukan sebagai langkah tindaklanjut. Meski demikian, ia tidak mau menyebut hal ini sebagai ‘lampu hijau’, karena secara aturan bahwa biaya pembebasan lahan memang dibebankan pada pemda setempat. Namun, pemerintah pusat juga memiliki pertimbangan khusus, pasalnya NTB dalam tahap pemulihan paska gempa, juga harus diperhatikan soal kesiapan anggaran daerah.

“Kami memang meminta bantuan pendanaan, tetapi kami tetap ada sharing anggaran, entah berapalah nanti, kita masih menunggu respon pak Menteri,” ujarnya.

Apalagi dengan adanya rencana pembangunan megaproyek sirkuit MotoGP di Mandalika, maka kat Ridwan pembangunan jalan sudah mendesak dan harus segera direalisasi. Diprediksi, volume lalu lintas yang akan terjadi cukup tinggi, belum lagi kendaraan yang mengangkut bahan material pembangunan sirkuit dan aksesibilitas masyarakat.

Karenanya, sebagai seseorang yang menjabat sekretaris dewan KEK Mandalika, Ridwan akan segera mengatur pertemuan koordinasi dengan petinggi ITDC untuk membahas hal ini.

“Salah satu yang mendorong percepatan penyelesaian pembangunan jalan Bypass BIL menuju Kuta yaitu adanya sirkuit MotoGP ini, mudah-mudahan ya (realisasi),” harapnya. (yun)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks