alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Pemkot Mataram Pastikan Pembangunan Risha Rampung Sebelum Pilpres

MATARAM-Pemerintah Kota Mataram memastikan pembangunan Rumah Instan Sederhana (Risha) dan Rumah Instan Konvensional (Riko) tuntas April mendatang. Tepatnya, sebelum pemilihan presiden (Pilpres) digelar.

Dari 1.554 rumah rusak berat di Kota Mataram, sekitar 50 persen sudah rampung. Sisanya masih dalam proses pengerjaan. “Kalau rusak berat di Kota Mataram tidak ada masalah,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram H Kemal Islam, kemarin.

Diungkapkan, sekitar 456 Risha sudah rampung dikerjakan dari total 800 unit. Sementara sisanya masih dalam proses pengerjaan. Sedangkan  untuk Riko tercatat 411 yang sudah rampung dari total 448 unit.

Dari data yang ada, beber Kemal, 2.396 warga sudah mendapat SK wali kota. Mereka dinyatakanmenjadi korban gempa kategori rumah rusak berat. Dari jumlah tersebut, sekitar 600 warga datanya anomali. Sehingga, pihaknya menyerahkan data tersebut ke provinsi.

Kemal meyebutkan, anomali data terjadi karena warga tidak mau menerima bantuan tersebut. Warga menilai bantuan Rp 50 juta bagi rumah rusak berat, dianggap tidak sesuai dengan nilai bangunan yang akan dirobohkan.

Selain itu, banyak warga yang tidak meyakini akan adanya bantuan tersebut. Sehingga, warga tidak mau merobohkan rumahnya sebelum bantuan cair.

“Yang dulunya tidak mau dirobohkan ini yang telat membangun,” sebutnya.

Kini, kata dia, pembangunan rumah rusak berat tergantung dari kelompok masyarakat (pokmas). Jika pokmas bergerak cepat, maka proses pembangunan rumah berjalan cepat. Sebaliknya, jika pokmasnya tidak aktif, maka pembangunan rumah akan lamban.

Terpisah, Camat Sandubaya Lalu Samsul Adnan mengaku tidak ada kendala dalam proses pembangunan rumah rusak berat di Kecamatan Sandubaya. Hanya saja, pada awal bantuan ini turun saja terjadi kendala dalam pembuatan rencana anggaran biaya (RAB) yang cukup ribet untuk menyalurkan bantuan.

“Pembuatan RAB sudah dipermudah pemerintah pusat,” sebutnya.

Kini, pembangunan rumah rusak berat di Kecamatan Sandubaya masih dalam proses. Bahkan sebagian warga sudah menempati rumah yang dibangun dari bantuan pemerintah pusat tersebut. (jay/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Izin Tinggal Habis, WNA di NTB Siap-siap Kena Denda

Masa perpanjangan izin tinggal keadaan terpaksa berakhir Minggu (20/9) besok. Artinya, bagi warga negara asing (WNA) yang belum memperpanjang bakal dikenakan denda. ”Kalau tidak diperpanjang hingga batas waktu yang ditentukan maka dianggap overstay dan bakal dikenakan denda,” kata Kepala Imigrasi Kelas IA TPI Mataram Syahrifullah, kemarin (18/9).

Kasus Ikan Teri JPS Gemilang, Kejati Koordinasi dengan Inspektorat

Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB belum melangkah lebih jauh mengusut pengadaan ikan teri paket JPS Gemilang tahap II. ”Kita koordinasikan dulu dengan Inspektorat,” kata Asintel Kejati NTB Munif di ruangannya, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks