alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Catat, Kades Korupsi, Penyaluran Dana Desa Bakal Dihentikan

MATARAM-Bila kepala desa (kades) terbukti korupsi, penyaluran dana desa akan dihentikan. ”Kita stop dananya sampai ada pengganti kades,” kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) NTB Syarwan, usai rapat kerja percepatan penyaluran dana desa, di Hotel Lombok Raya, Selasa (25/2).

                Hal itu menjadi kebijakan Menteri Keuangan terkait pencairan dana desa. ”Tujuannya agar dana desa dikelola dengan tepat,” ujarnya.

                Dana desa diberikan lagi setelah desa tersebut memiliki kepala baru atau diangkat kepala desa sementara. Pembekuan dana desa sifatnya sementara. ”Kalau selamanya kasihan masyarakat,” katanya.

                Syarwan menjelaskan, meski dana desa langsung ditransfer pusat ke kas pemerintah desa, namun baru 18 desa yang mencairkan. Sebanyak 10 desa di Kabupaten Lombok Barat dan delapan desa di Lombok Timur. ”Enam daerah lainnya belum,” katanya.

                Enam pemda yang belum itu adalah Lombok Tengah, Bima, Sumbawa, Dompu, Sumbawa Barat, dan Lombok Utara. Beberapa syarat pencairan dana desa, antara lain peraturan bupati (perbub) kemudian peninjauan kembali dari kecamatan. ”Kita dorong untuk segera,” katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMPD-Dukcapil) NTB H Ashari menjelaskan, penyetopan dana desa dilakukan kementerian keuangan bila kepala desa menjadi tersangka. ”Apalagi sudah berkekuatan hukum tetap, Kemenkeu akan menyetop,” katanya.

                Ketentuan itu berlaku bagi kades yang jadi tersangka penyelewengan dana desa. ”Kalau sebelum-sebelumnya tidak sih, kan aturannya baru sekarang mulai,” katanya.

                Terkait enam daerah yang lelet, Ashari mengaku pemprov sudah mendorong pemerintah kabupaten melakukan akselerasi. ”Saya keliling mensosialisasikan pencairan dana desa mengacu pada PMK terbaru,” katanya.

                Ia menyebut, hampir semua kabupaten telah merampungkan perbup. Meski empat hari lalu beberapa kabupaten belum mengeluarkan perbup. ”Sekarang rata-rata sudah selesai,” katanya.

                Ashari menekankan, cepat tidaknya pencairan dana desa tergantung pemerintah kabupaten. ”Kuncinya ada di kabupaten pokoknya,” tandas Ashari.

Aturan Berbelit

                Sementara itu, Kades Jeringo Sahril menuding pemerintah pusat dan pemda yang tidak siap. Merekalah yang membuat proses pencairan dana desa lambat. ”Kalau pemerintah desa sudah siap,” ujarnya.

                Karena pemerintah pusat dan daerah tidak siap, PMK Nomor 205 Tahun 2020 tidak bisa dilaksanakan. Pencairan harusnya paling cepat Januari dan paling lambat Maret mendatang. ”Faktanya Februari ini tidak ada pencairan, padahal kami sudah selesaikan syarat,” katanya.

                Transfer langsung dari pusat ke desa dilakukan agar penciran cepat. Tapi prosesnya masih tetap panjang dan berbelit-belit. ”Kami harus lapor ke camat, PMD, inspektorat,” keluhnya.

                Dia menyarankan ada aturan khusus yang membuat prosedur lebih sederhana. Ada satu aturan yang menjadi payung hukum semuanya. Jangan sampai terlalu banyak regulasi dan membuat desa bingung. ”Putus rantai prosedur!” tegasnya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks