alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Kaling Rentan Terseret Politik Praktis

MATARAM-Pencoblosan Pemilu 2019 kurang satu bulan lagi. Godaan netralitas bagi apartur pemerintah daerah semakin kencang. Dari jajaran pejabat pemerintah daerah, camat, lurah, hingga setingkat kepala lingkungan (kaling).

Di sinilah komitmen dan dedikasi aparatur pemerintah diuji. Sampai sejauh mana benteng komitmen mampu dibangun. Ketua Bawaslu Kota Mataram Hasan Basri mengatakan, posisi kaling misalnya salah satu yang rentan terseret dalam politik praktis.

“Ada empat kaling dan satu PNS yang sudah kami minta ditindak,” kata Hasan di kantor Bawaslu Kota Mataram, Senin (25/3).

Mereka terbukti terlibat dalam politik praktis. Memperlihatkan dukungannya pada salah satu calon. Padahal, baik kaling atau PNS sama-sama dapat pembiayaan dari negara. Sehingga harusnya jika ingin berpolitik mereka harusnya melepaskan jabatannya dulu.

Pada kasus yang telah berlalu, bawaslu juga punya catatan minor soal sepak terjang kaling. Mereka kerap, ikut memobilisasi masa mendukung salah satu calon lalu mendapatkan keuntungan dari upayanya itu.

“Biasanya H-3 dan H+3 mereka (oknum kaling) baru datang bawa ‘amunisi’ untuk membayar orang-orang yang ia mobilisasi, mendukung salah calon tertentu,” ulasnya.

Hasan mengingatkan jika sampai mereka terbukti melakukan money politic yang rugi tidak hanya Kaling itu sendiri. Tetapi calon yang didukung pun terancam batal dapat kursi.

“Sekalipun misalnya sudah naik dalam pengadilan dan secara pengitungan ia menang, itu masih bisa dibatalkan kalau terbukti ada praktik money politic,” tegasnya.

Bawaslu sendiri akan berupaya mengantisipasi money politic dengan berkoordinasi bersama pemeritah daerah dan aparat kepolisian. Mengingatkan agar apratur pemerintah daerah tidak coba-coba mendekati politik praktis. Sebab, risikonya sangat berat, baik bagi kaling itu sendiri dan calon yang didukung.  “Besok kami akan rakor untuk antisipasi semua itu,” tandasnya. (zad/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks