alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Panen Ikan Semudah Memetik Sayur

MATARAM-Sukses mengenalkan teknologi bioflok, Dinas Perikanan (Diskan) Kota Mataram kembali memperkenalkan teknologi urban farm. Yakni, kombinasi antara pertanian dengan perikanan. Teknologi ini dinamai Aquaponik.

“Aquaponik memungkinkan bertanam dan budi daya ikan dalam satu wadah,” kata Kepala Dinas Perikanan Kota Mataram Hj Baiq Sujihartini.

Teknologi ini langsung diperkenalkan kepada 75 ibu rumah tangga perwakilan dari seluruh kelurahan. Para ibu rumah tangga itu, nantinya diharapkan dapat mentransfer pengetahuannya tentang sistem aquaponik kepada ibu rumah tangga di sekitarnya. “Mereka masing-masing akan kita berikan bantuan media aquaponik senilai Rp 2 juta,” ujarnya.

Para ibu rumah tangga itu nanti akan dapat pendampingan dari para penyuluh perikanan. Agar proses budi daya ikan dan tanam sayuran di media aquaponik bisa berhasil. Tini yakin, kampanye bioflok yang sebelumnya juga telah berhasil di beberapa wilayah sampel.

Teknik budi daya aquaponik akan menambah pilihan. Sehingga warga kota semakin tertarik memanfaatkan pekarangannya yang terbatas. Dengan budi daya ikan dan tanaman sayur yang bermanfaat. “Kami serius ingin menggarap urban farm dengan memperkenalkan teknologi-teknologi yang menarik dan unik,” tegas Tini.

Ia mengakui mendorong masyarakat kota terbuka pada teknologi urban farm bukan pekerjaan mudah. Perhitungan untung rugi yang tepat jadi pertimbangan apakah mereka punya ketertarikan atau tidak memanfaatkan teknologi itu di rumah masing-masing. “Keberhasilan 75 ibu rumah tangga ini sangat penting sebagai contoh sukses budi daya dengan sistem aquaponik,” ulasnya.

Sistem aquaponik punya keunggulan yang tak kalah dengan bioflok. Yakni, air kolam tidak perlu diganti. Karena itu sangat baik bagi nutrisi tanaman. Sebaliknya tanaman juga akan menyerap kotoran ikan sebagai pupuk tanaman. “Panen ikan semudah memetik sayuran di pekarangan rumah,” ujarnya.

Praktisi urban Farm Kota Mataram H Masbuhin terlihat antusias saat melihat ide aquaponik yang ditawarkan dinas perikanan. Ide ini dinilai ini cemerlang, menjawab persoalan penyempitan lahan pertanian kangkung yang menyusut. “Dulu luar pertanian kangkung di Kota Mataram mencapai 8 hektare (ha) sekarang yang tersisa cuma 2 ha,” kata Buhin .

Kerisauan penyempitan lahan pertanian ini sempat dikeluhkan masyarakat. Mengingat Mataram termasuk daerah pengkonsumsi kangkung yang cukup tinggi. Buhin mencontohkan saat bulan puasa, harga kangkung biasanya melambung tinggi. “Kangkung bisa dihargai Rp 7 ribu seikat,” ujarnya.

Tapi jika konsep aquaponik ini dipahami dan diterapkan dengan baik oleh masyarakat, dia yakin kebutuhan akan kangkung bisa terjawab di pasaran. Warga tidak perlu pusing membeli dengan harga tinggi. “Karena sistem aquaponik ini juga sangat baik untuk menanam kangkung,” yakinnya.

H Nasrudin, Penyuluh Dinas Pertanian Kota Mataram mengatakan, proses tanam sayuran dengan sistem aquaponik hanya butuh waktu 10-15 hari. Karena kebutuhan pupuknya sudah terpenuhi dari kotoran ikan dan sisa makanan jadi pupuk bagi tanaman. Sedangkan ikan yang dibudidaya di media aquaponik hanya butuh waktu 3-4 bulan untuk bisa panen dan siap goreng.

“Pada media satu kali dua meter ini masih bisa untuk budi daya ikan lele sebanyak 5 ratus ekor dengan hasil yang maksimal, ikan patin, nila, juga bisa,” tandasnya. (zad/r7)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks