alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Penyaluran Jadup Kian Tak Jelas

MATARAM-Penyaluran bantuan jaminan hidup (jadup) bagi korban gempa rumah rusak berat hingga kini masih tanda tanya. Bahkan, Pemkot Mataram terkesan menyerah terkait bantuan ini akan disalurkan. “Jadup ini kita serahkan menjadi kewenangan pusat,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Hj Baiq Asnayati, kemarin (25/3).

Pendataan bagi warga korban gempa rumah rusak berat penerima jadup sudah dilakukan sejak tahun lalu. Tercatat sekitar 7 ribu lebih orang akan menerima bantuan sebesar Rp 600 ribu selama dua bulan. Sebelumnya, jadup ini akan disalurkan Rp 900 ribu selama tiga bulan. Namun setelah melakukan rapat kordinasi diputuskan bantuan ini untuk satu orang akan mendapat Rp 10 ribu per hari selama dua bulan.

Namun anehnya hingga kini bantuan ini belum disalurkan. Data penerima jadup tahap pertama yang diusulkan ke pemerintah pusat tahun lalu kabarnya hilang. “Kita tunggu saja,” kata Asnayati.

Jadup ini diberikan per orang. Artinya, jika di keluarga itu jumlahnya lima orang maka akan menerima Rp 50 ribu per harim

Ditanya soal kepastian jadup ini akan disalurkan, Asnayati mengatakan, tanya langsung ke Gubernur atau Dinsos NTB. Usaha menjemput bola ia tidak lakukan karena ini merupakan kewenangan pusat. “Sampai sekarang belum ada kabar dari pusat,” akunya.

Belum terealisasinya penyaluran tahap pertama membuat pendataan tahap kedua molor. Kendati demikian tahap kedua ini sudah diusulkan berdasarkan SK wali kota. “Tahap kedua ini juga sudah kita usulkan meski agak telat,” urainya.

Sementara itu salah seorang warga Lingkungan Jangkuk, Kecamatan Sandubaya Munawar berharap jadup ini bisa disalurkan secepatnya. Mengingat, bantuan ini bisa membantu mencukupi kebutuhan keluarga. Lebih jauh dijelaskan, untuk bantuan rumah rusak berat sudah disalurkan. Bahkan pengerjaan rumah hampir rampung. “Kami diminta ketua pokmas untuk membeli bahan-bahan sesuai yang kita inginkan,” tutupnya. (jay/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks