alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Abaikan Imbauan Polisi, Warga Cakranegara Tetap Gelar Perang Api

MATARAM-Kegiatan perang api jelang perayaan Nyepi di Negara Sakah, Cakranegara dibubarkan aparat TNI dan Polisi, Selasa sore (24/3). Upacara adat itu dibubarkan untuk mengurangi kegiatan yang mengundang kerumunan masyarakat guna mencegah penyebaran virus korona.

Dari pantuan koran ini, upacara adat itu awalnya tidak diizinkan. Namun, masyarakat meminta kebijakan untuk tetap menyelenggarakan perang api. Dengan catatan hanya 20 orang yang menjalankan kegiatan upacara tersebut.

DIBUBARKAN: Masyarakat yang melakukan upacara Perang Api disiram mobil water cannon pada saat pembubaran massa untuk mencegah virus korona, Selasa (24/3).(Harli/Lombok Post)

Namun, kerumunan massa tak bisa dihindarkan. Untuk membubarkan massa, polisi menyiapkan truck water cannon.

Mereka hanya diberikan menjalankan perang api selama sepuluh menit. Massa berhasil dibubarkan dengan kondusif.

Kabagops Polresta Mataram Kompol Taufik mengatakan, acara adat yang diselenggarakan itu sudah melanggar kesepakatan awal. Kapolri dan Gubernur NTB telah menginstruksikan untuk tidak menggelar kegiatan yang mengundang kerumunan massa. ”Awalnya sudah disepakati hanya ada 20 orang yang menjalankan kegiatan. Tetapi, kerumunan massa tidak bisa dihidarkan makanya kita bubarkan,” kata Taufik.

Pembubaran itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus korona. Melalui kerumunan masyarakat rentan terjadi penyebaran virus korona. ”Makanya kita perintahkan masyarakat untuk membubarkan diri,” ujarnya.

Camat Cakranegara M Erwan mengatakan, sudah membatasi warga untuk menjalankan adat perang api. Tetapi, massa tidak bisa terbendung. ”Yang melakukan perang api dan penontonnya semakin banyak. Makanya anggota kepolisian membubarkan kegiatan tersebut,” kata Erwan.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi kegiatan yang mengundang kerumunan orang. Mengingat, penyebaran virus korona sangat cepat. “Kita harus antisipasi hal itu. Caranya, dengan berdiam diri di rumah,” ujarnya.

Dia meminta kepada masyarkat untuk tetap menjaga kesehatan dan menjaga kebersihan di lingkungan. ”Mari kita jaga kesehatan agar terhindar dari virus korona,” imbaunya.

Salah seorang pecalang Komang Kertayasa mengatakan, perang api merupakan upacara sakral yang harus diselenggarakan. Upacara diselenggarakan untuk menolak musibah. ”Dahulunya, perang api diseleggarakan oleh orang-orang sebelumnya. Karena, dua kampung terserang wabah penyakit yang menyebabkan kematian. Perang api ini diselenggarakan untuk menghindari adanya wabah,” kata pria yang akrab disapa Totok

Tak hanya itu, upacara adat perang api itu diselenggarakan untuk menghindari adanya musim kemarau yang berkepanjangan. ”Makanya kita tetap menjalankan upacara adat ini,” ujarnya.

Anggota polisi memberikan kebijakan itu dengan catatan hanya ada 20 orang yang melakukan perang api. Namun, masyarakat yang ingin ikut dan menyaksikan upacara itu cukup antusias.

Sehingga, tidak bisa dihindari kerumunan massa. Tetapi, semua sudah berjalan dan pembubarannya dengan aman dan kondusif. ”Tidak ada keributan masyarakat sudah membubarkan diri dengan tertib,” pungkasnya. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Tekan Jumlah Pernikahan Dini, Rutgers Gandeng Pemkab Lobar

"Khusus di Lobar terdapat SK dari Dikbud Lobar untuk memperbanyak jumlah SMP dalam memberikan pembelajaran kesehatan reproduksi yang komprehensif melalui modul setara. Total SMP yang mengadaptasi modul setara meningkat dari 4 SMP menjadi 9 SMP. Ini menandakan respons baik pemkab dan memiliki tujuan sama untuk menekan pernikahan usia dini," terangnya.

Review Deliveree Indonesia: Pengalaman Sewa Truk Colt Diesel

Logistik merupakan hal yang sangat kompleks dan rumit. Bagi Anda yang sudah terbiasa dengan dunia logistik pasti sudah tahu seberapa ribetnya memastikan barang atau kargo yang ingin dikirimkan tiba dengan selamat di lokasi tujuan.

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks