alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Saat Korona Mewabah, 300 Warga Mataram Positif Demam Berdarah

MATARAM-Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram kerja ekstra. Mengantisipasi penyebaran virus Korona sekaligus menekan angka demam berdarah dengue (DBD). ”Memang harus hati-hati betul. Terutama saat pengecekan,” kata Kadikes Kota Mataram dr. H Usman Hadi.

Hingga April ini, Usman menyebut sudah lebih dari 300 kasus DBD. Yang dinyatakan positif berdasarkan hasil dari laboratorium. Selain itu, ada satu kasus, pasien DBD yang meninggal dunia.

”Kalau jumlah keseluruhan, itu 500 lebih. Tapi dari hasil lab, baru 300an yang positif DBD,” ujarnya.

Dalam menghadapi kasus DBD di tengah pandemi Covid-19, Dikes bekerja dengan detail. Mereka tak ingin salah melakukan diagnosa. Apalagi gejala awal penyakitnya bisa saja mirip. Seperti demam.

Jika seperti itu, dengan kemiripan gejala, petugas biasanya melakukan pemeriksaan lanjutnya. Misalnya dengan pengecekan melalui foto thoraks. Melihat apakah ada tanda-tanda pneumonia di paru pasien.

”Pneumonia ini kan salah satu indikasi untuk virus Korona,” ujarnya.

Banyaknya kasus DBD tidak lepas dari Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang kurang maksimal. Menurutnya, PSN langkah paling efektif guna mencegah DBD. Namun banyak warga yang tidak mau menerapkannya.

”Yang penting itu menjaga kebersihan lingkungan,” kata Usman.

Dikes sudah mengimbau agar PSN digencarkan. Karena langkah ini akan memutus rantai berkembangbiaknya nyamuk DBD. Sementara untuk fogging, bisa dikatakan kurang efektif memberantas DBD. Karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Sementara jentik nyamuk akan tetap berkembangbiak.

Kegiatan penanganan DBD dioptimalkan di kelurahan. Dengan jumlah kasus DBD terbanyak. Dengan melibatkan aparat kelurahan dan lingkungan. ”Kalau fogging biasa dilakukan pagi sore, kalau sedang tidak hujan,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh tetap meminta Dikes untuk tetap melakukan langkah pencegahan DBD. Sehingga tidak terjadi peningkatan kasus yang cukup signifikan. ”Dikes dan lurah juga harus bersinergi untuk antisipasi kasus DBD,” kata Ahyar.

Ahyar menyebut, kasus DBD memang ada siklusnya. Pemkot juga tetap melakukan berbagai upaya antisipasi. Misalnya dengan pengasapan alias fogging di titik rawan.

Namun, upaya pemerintah patut juga diimbangi dengan peran masyarakat. Partisipasi bisa dilakukan dengan beragam cara. Gotong royong membersihkan lingkungan. Termasuk rumah yang menjadi tempat tinggal.

”Supaya bersih. Jadi tidak ada potensi tempat berkembangbiaknya jentik nyamuk DBD,” tuturnya. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks