alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Prostitusi Waria Pasar Cakranegara, Dewan Minta Pemkot Lebih Tegas

MATARAM-Dugaan praktik prostitusi terselubung yang dijajakan transpuan atau waria di Pasar Cakranegara bukti nyata ketidakberdayaan Pemkot Mataram. Terutama dalam menangani masalah prostitusi di daerah berjargor religius ini.

”Pemerintah belum bisa tegas. Penanganannya juga tidak holistik. Tidak menyeluruh,” kata Anggota DPRD Kota Mataram H Husni Thamrin, kemarin.

Selasa Malam, 23 Juni, tim gabungan dari kepolisian, Satpol PP Kota Mataram, dan Dinas Sosial merazia waria yang mangkal di Pasar Cakranegara. Tindakan ini diapresiasi Husni. Bahkan ia meminta aparat kontinyu melakukan penindakan.

Hanya saja, di sisi lain, transpuan yang diamankan membuktikan persoalan bisnis prostitusi di Pasar Cakranegara belum terselesaikan. Praktik tersebut sudah berlangsung lama. Bahkan selama bertahun-tahun.

Kata Husni, penindakan yang dilakukan harus juga diimbangi dengan keseriusan melakukan pembinaan. Yang sayangnya, tidak diperlihatkan eksekutif. Dibuktikan dari masih adanya transpuan yang mangkal di Pasar Cakranegara.

”Razia bagus, kita mendukung. Tapi, bagaimana dengan tindaklanjutnya? Pembinaannya seperti apa,” tanya Husni.

Menurut Husni, setelah ditangkap transpuan harus dibina. Diberikan pemahaman keagamaan hingga soal ekonomi mereka. Dua poin tersebut dinilainya sangat penting. Bisa menjadi faktor pendorong hilangnya praktik prostitusi yang dilakukan transpuan.

Transpuan masuk kategori penyakit masyarakat. Yang akan terus eksis apabila pemerintah tidak melakukan intervensi secara menyeluruh. ”Pemahaman agama dan ekonomi mereka, itu yang harus diperhatikan,” tutur politisi PPP ini.

Sejauh ini, Husni belum melihat keseriusan pemkot memberantas praktik prostitusi di Pasar Cakranegara. Setidaknya jika dilihat dari kebijakan anggaran yang dilakukan. Tidak ada pos anggaran khusus mengenai pembinaan terhadap transpuan.

”Kalau sekarang tidak ada. Masih sporadis. Padahal dewan mendukung penuh apabila pemkot berinisiatif terkait anggaran pembinaan ini,” ujarnya.

Apa yang terjadi di Pasar Cakranegara dikhawatirkan Husni. Praktik tersebut bisa semakin meluas. Muncul transpuan baru. Yang datang dari luar Kota Mataram. Apabila tidak ada tindakan tegas dari pemerintah.

”Mereka bisa saja mikir. Enak di Mataram, tidak ada penindakan. Akhirnya banyak eksodus ke sini,” kata Husni.

Karena itu, Husni meminta Pemkot Mataram harus lebih tegas lagi. Menjalankan motto mereka, Maju, Religius, dan Berbudaya. ”Jangan sampai keberadaan mereka semakin besar. Lakukan pembinaan dengan tepat,” tandas Husni.

Sebelumnya, Kasi Ops dan Ketertiban Umum  Satpol PP Kota Mataram Made Agus Jewe mengatakan, pasar Cakranegara dijadikan sebagai tempat mangkal. Mereka disebut  menjajakan diri. ”Aktivitas mereka sudah cukup lama dan meresahkan masyarakat,” kata Jewe usai operasi.

Tak hanya waria saja, tim juga menangkap empat pekerja seks komersil (PSK) yang kerap mangkal. Sebelumnya, mereka sering mangkal di Pasar Beras. ”Sekarang mereka berpindah kesini (Pasar Cakranegara),” ujarnya.

Mereka semua diserahkan ke Dinas Sosial. Untuk didata dan dibina. “Kita belum melakukan tindakan tegas,” ujarnya.

Mereka harus menandatangani surat pernyataan. Jika mereka mengulangi perbuatannya lagi, mereka akan ditindak tegas. ”Kita akan masukkan ke panti sosial,” ujarnya.

Kapolsek Cakranegara AKP Zaky Maghfur mengatakan, operasi tersebut dilakukan Satpol PP Kota Mataram. Pihak kepolisian hanya membantu pelaksanaan operasi. ”Leading sektor operasi ini adalah Satpol PP. Mereka nantinya yang membina mereka,” kata Zaky.

Keberadaan mereka sangat meresahkan masyarakat. Sehingga, tim gabungan melaksanakan operasi. ”Kita hanya ingin menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat,” ujarnya. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lomba Kampung Sehat Bawa Berkah untuk Warga

Lomba kampung sehat di Lombok Tengah ternyata membawa keberkahan bagi warga. “Salah satunya, keberkahan perputaran ekonomi,” ujar Kapolsek Pringgarata AKP Suherdi, Senin (13/7).

Katanya Gak Boleh, Kok Ritel Modern di Lotim Makin Menjamur?

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim memberikan lampu hijau bagi para investor yang hendak berinvestasi. Termasuk kehadiran ritel modern yang oleh beberapa pihak dianggap membunuh pedagang kecil. “Lotim ini zona hijau untuk berinvestasi,” kata  Kepala DPMPTSP Muksin pada Lombok Post, Senin (13/7).

Yuk.. Beli Sayur Segar di Embung Bengkel, Praya : Bisa Petik Sendiri!

Petani dan Pemerintah Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya Lombok Tengah, mencoba meniru budi daya sayur di Sembalun, Lombok Timur. Berikut ulasannya.

Sempat Bebas Korona, Lombok Utara “Merah” Lagi

Sempat zero case (nol kasus) positif Covid-19, pertahanan KLU dalam melawan virus Korona jebol lagi. Dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas tertanggal 13 Juli, ada dua pasien positif yang tengah dirawat, dan satu orang meninggal dunia.

Polemik di Tanjung Bias, BPN Sarankan Pemdes Senteluk Gugat ke PTUN

Polemik sempadan Pantai Tanjung Bias yang belakangan diketahui memiliki sertifikat lahan milik pribadi belum menemui titik terang. Permintaan pemerintah desa agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat (Lobar) membatalkan sertifikat lahan tersebut belum bisa terpenuhi.

Warga Lobar Boleh Ikuti Pemakaman Pasien Korona, Ini Syaratnya

Kasus pemulangan paksa jenazah pasien Covid-19 kian marak. Yang terbaru kasus warga Desa Mekarsari yang memulangkan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.
Enable Notifications.    Ok No thanks