alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Rapid Test, Satu Pegawai Dishub Mataram Reaktif

MATARAM-Satu pegawai UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) dinyatakan reaktif, usai menjalani rapid tes. ”Dari 27 orang yang kita rapid, cuma satu yang reaktif. Staf di bagian administrasi,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram M Saleh, Kamis (25/6).

Rapid tes dilakukan setelah satu pegawai Dishub yang bertugas di UPTD PKB positif covid. Kata Saleh, pegawai yang reaktif sudah diminta untuk melakukan karantina mandiri di rumahnya.

”Sudah isolasi mandiri,” ujarnya.

Petugas yang terjangkit covid berinisial LAM. Yang bersangkutan bertugas di bagian administrasi. Kata Saleh, selain LAM, ada 27 pegawai Dishub yang bertugas di UPTD PKB yang berada di Jalan Lingkar Selatan tersebut.

Seluruh pegawai di UPTD PKB diminta juga untuk melakukan isolasi mandiri. Membatasi aktivitas di luar rumah. Juga menghindari kontak erat dengan keluarga terdekat. Setidaknya selama 14 hari.

”Yang lain juga melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing,” ucap Saleh.

Selain rapid tes, Dishub juga telah menyetop pelayanan di UPTD PKB. Tapi, hanya untuk sementara waktu. Paling lama dua pekan. Pihaknya juga terus memantau perkembangan kondisi pegawai yang sempat melakukan kontak dengan LAM.

Kata Saleh, jika terjadi perubahan kondisi kesehatan, mereka diminta untuk melapor. Atau langsung memeriksakan diri  ke puskesmas maupun RSUD Kota Mataram. ”Kalau sudah klir semua, dipastikan sehat, pelayanan akan kita buka kembali,” ujarnya.

Langkah penyetopan pelayanan dilakukan untuk mencegah penyebaran covid. Penutupan kali ini bukan yang pertama. Setelah kasus covid pertama muncul di Kota Mataram, UPTD PKB berhenti beroperasi dari awal April 2020.

Kebijakan tersebut kemudian dicabut. Seiring dengan masa transisi kenormalan baru yang sudah dimulai di Kota Mataram. UPTD PKB akhirnya kembali beroperasi mulai Selasa 9 Juni lalu. Tapi, harus kembali ditutup setelah ada satu pegawainya yang positif covid.

”Kita tidak mau ambil risiko,” kata Saleh.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram dr H Usman Hadi mengatakan, pihaknya sudah melakukan penelusuran. Terhadap mereka yang sempat melakukan kontak dengan pasien positif covid LAM.

”Tracing sudah. Ditindaklanjuti juga dengan rapid,” kata Usman, kemarin.

Terkait hasil rapid, satu pegawai UPTD PKB yang reaktif, Dikes menindaklanjutinya dengan melakukan swab. ”Hasilnya belum. Masih kita tunggu,” ujarnya. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lomba Kampung Sehat Bawa Berkah untuk Warga

Lomba kampung sehat di Lombok Tengah ternyata membawa keberkahan bagi warga. “Salah satunya, keberkahan perputaran ekonomi,” ujar Kapolsek Pringgarata AKP Suherdi, Senin (13/7).

Katanya Gak Boleh, Kok Ritel Modern di Lotim Makin Menjamur?

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim memberikan lampu hijau bagi para investor yang hendak berinvestasi. Termasuk kehadiran ritel modern yang oleh beberapa pihak dianggap membunuh pedagang kecil. “Lotim ini zona hijau untuk berinvestasi,” kata  Kepala DPMPTSP Muksin pada Lombok Post, Senin (13/7).

Yuk.. Beli Sayur Segar di Embung Bengkel, Praya : Bisa Petik Sendiri!

Petani dan Pemerintah Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya Lombok Tengah, mencoba meniru budi daya sayur di Sembalun, Lombok Timur. Berikut ulasannya.

Sempat Bebas Korona, Lombok Utara “Merah” Lagi

Sempat zero case (nol kasus) positif Covid-19, pertahanan KLU dalam melawan virus Korona jebol lagi. Dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas tertanggal 13 Juli, ada dua pasien positif yang tengah dirawat, dan satu orang meninggal dunia.

Polemik di Tanjung Bias, BPN Sarankan Pemdes Senteluk Gugat ke PTUN

Polemik sempadan Pantai Tanjung Bias yang belakangan diketahui memiliki sertifikat lahan milik pribadi belum menemui titik terang. Permintaan pemerintah desa agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat (Lobar) membatalkan sertifikat lahan tersebut belum bisa terpenuhi.

Warga Lobar Boleh Ikuti Pemakaman Pasien Korona, Ini Syaratnya

Kasus pemulangan paksa jenazah pasien Covid-19 kian marak. Yang terbaru kasus warga Desa Mekarsari yang memulangkan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.
Enable Notifications.    Ok No thanks