alexametrics
Rabu, 4 Agustus 2021
Rabu, 4 Agustus 2021

Mandalika Gelar MotoGP, Mataram Tetap Dapat Dampak Positif

MATARAM-Pulau Lombok bakal menjadi tuan rumah event nasional Superbike akhir tahun ini. Disusul dengan event akbar MotoGP tahun mendatang di sirkuit Mndalika Lombok Tengah. Meski perhelatannya terjadi di Lombok Tengah, Kota Mataram diyakini akan merasakan dampak positif dari perhelatan ini.

“Karena Mataram ini akan menjadi pusat akomodasi,” jelas Plt Direktur Poltekpar Lombok Herry Rachmat Widjaja kepada Lombok Post, kemarin (24/6).

Ia mengatakan semua stakeholder terkait harus bersiap menyambut ini. Baik pelaku wisata seperti perhotelan, pemerintah daerah hingga masyarakat. Begitu juga dengan pusat kuliner khas Lombok dan kerajinan serta pusat oleh-oleh yang ada di Mataram.

Meksipun pelaksanaan Superbike atau MotoGP ada di Lombok Tengah, namun Rahmat mengatakan aktivitas wisatawan pasti akan banyak berada di Kota Mataram. Mengingat Mataram menjadi ibu kota Provinsi dan menjadi pusat perdagangan.

Lombok Tengah akan tetap menjadi pilihan pertama tempat para wisatawan menginap. Karena lokasinya dengan event Superbike dan MotoGP. Namun, Mataram juga akan tetap menjadi pilihan karena banyak hotel yang representatif bagi wisatawan meginap.

Sehingga yang diperlukan saat ini adalah, bagaimana masyarakat, pelaku wisata dan pemerintah bersiap menyambut wisatawan. Membuat mereka nyaman dan aman. Koordinasi antar daerah dengan pemerintah Provinsi juga sangat dibutuhkan menyambut event ini. Karena kesuksesan acara ini tidak hanya akan menjadi representasi NTB tetapi Indonesia.

“Saya pikir setiap daerah juga punya daya tarik tersendiri untuk dikunjungi wisatawan. Lombok Barat, Lombok Timur dan Mataram. Tidak hanya Lombok Tengah yang menjadi lokasi event tetapi semua daerah di Pulau Lombok,” paparnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi mengatakan saat ini pihaknya hanya bisa mensupport event MotoGP dengan menyiapkan sarana akomodasi. “Karena yang paling berpeluang mendapatkan income itu hotel dan restoran. Itu yang benahi sarananya,” jelasnya.

Denny juga mengatakan ada hotel baru juga yang sedang dibangun di Kota Mataram. Sejumlah hotel yang menawarkan kualitas dan layanan terbaik diyakini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Saat ini okupansi hotel dikatakannya mencapai 30-35 persen. Lebih baik dibanding tahun lalu saat awal pandemi Covid-19.

Diharapkan dengan terlaksananya event di KEK Mandalika, okupansi hotel di Mataram juga bisa mengalami kenaikan. Namuan Dinas Pariwisata Kota Mataram kini sedikit khawatir dengan rencana kebijakan PPKM.

“Saya harap tidak terlalu berimbas terhadap okupansi. Karena tolok ukur di Jakarta. Jika di Jakarta kondisi kasus Covid-19 tinggi, maka daerah lain akan terdampak,” tandasnya. (ton/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks