alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Pemakaman Pasien Korona, Dewan Mataram : Jangan Abaikan Syariat!

MATARAM-Pemakaman jenazah pasien Covid-19 masih menjadi polemik. Banyak warga yang enggan keluarganya dimakamkan dengan protokoler Covid-19 akibat dinilai tidak mengikuti syariat agama.

“Pemakaman itu bagian dari pengamalan syariat agama. Makanya saya sampaikan ke wali kota dan wakil wali kota untuk merumuskan kembali protokoler pemakaman pasien positif Covid-19,” jelas Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi kepada Lombok Post.

Ia menegaskan semua tahapan pemakaman mulai dari pemandian jenazah, proses pemakaian kain kafan, dan pemakaman harus sesuai syariat agama. Didik meminta jangan sampai pemakaman dengan protokoler Covid-19 justru dilakukan berlebihan. Misalnya, warga tak diizinkan mengantar jenazah atau pemakaman dibuat mencekam.

Wajar kemudian jika banyak aksi tidak disiplin yang dilakukan warga karena menolak pemakaman sesuai protokoler Covid-19. “Itu sebenarnya bisa dilakukan dengan melihat jarak liang lahat dan tempat pengantar jenazah. Pemakaman jangan sampai menghilangkan kaidah beragama,” pinta politisi Golkar tersebut.

Ia yakin, protokoler Covid-19 bisa dikombinasikan dengan syariat agama. Mulai dari pembacaan doa, dzikir dan talkin bisa berjalan seperti biasa diserahkan ke masyarakat. Dengan catatan mereka dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD).

Lebih bagus lagi menurutnya jika ada tim dari eksekutif yang bisa menghandel prosesi pemakaman membantu pihak keluarga. Mulai dari menyiapkan terop, kursi, dan sound system. “Keluarga bisa terlibat pada standar tertentu. Jangan sampai justru pemakaman memberikan ketakutan yang luar biasa,” pintanya. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kapal Tenggelam di Tarakan, Satu Polisi Asal Lombok Tengah Meninggal

Kabar duka datang dari Ditpolairud Polda NTB. Satu anggotanya yang sedang bawah kendali operasi (BKO) di Ditpolairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia.

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks