alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Peserta Reaktif Covid 19 Tetap Boleh Ikut Tes SKB CPNS

MATARAM-Peserta tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang hasil rapid test-nya reaktif boleh mengikuti tes. “Nanti Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram yang memberi surat rekomendasi,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram baiq Nelly Kusumawati, Selasa (25/8).

Sesuai aturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) kata Nelly, tugas berat tes SKB ada di Dikes. Mereka dituntut membuat semua peserta tes SKB merasa aman dan nyaman dari penyebaran Korona.

“Kalau ada peserta yang suhu tubuhnya 37,3 derajat celcius mungkin ada ruang tersendri. Tidak bergabung dengan peserta lainnya yang suhu badannya di bawah itu,” terang perempuan berjilbab ini.

Tes SKB di Kota Mataram akan dilaksanakan 19 sampai 23 September. Sepuluh hari sebelum tes digelar, sebanyak 619 peserta CPNS akan menjalani rapid test terlebih dahulu. Sehingga, jika ada peserta yang reaktif maka  bisa melakukan isolasi mandiri. “Mungkin yang hasilnya reaktif ini nanti ada ruangan khusus,” ucapnya.

Dia mengatakan, semua peserta memiliki hak yang sama mengikuti tes SKB. Jadi, jika ada peserta yang hasil rapid test reaktif tetap diperbolehkan mengikuti tes. “Jangan sampai ada peserta reaktif lalu tidak boleh ikut serta dalam tes SKB,” ucapnya.

Sementara Direktur RSUD Kota Mataram HL Herman Mahaputra mengatakan, tidak ada masalah peserta CPNS reaktif mengikuti tes SKB. Yang penting mereka mentaati protokol Covid-19 saat melaksanakan tes. Seperti menggunakan masker, jaga jarak, dan hindari kerumunan.

“Pemerintah pusat saja membolehkan peserta positif ikut tes SKB,” kata pria yang karib disapa dr Jack ini.

Dijelaskan, peserta yang hasil rapid test reaktif belum tentu positif Covid-19. Buktinya, banyak warga yang sudah dua kali melakukan rapid test hasilnya reaktif, saat diswab negatif.

Jack tidak ingin gara-gara hasil rapid rest reaktif, akan menggugurkan kesempatan orang menjadi PNS. “Sekali lagi, tak ada masalah peserta yang nantinya hasil rapid test reaktif ikut tes SKB,” ungkap Jack. (jay/r3)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Memenangkan Pilkada dengan Survei

ADALAH sahabat saya satu almamater, Denny JA, yang pertama kali memopulerkan survei untuk pemilihan umum melalui lembaganya yang bernama Lingkaran Survey Indonesia.  Baik untuk pemilihan Presiden, pemilihan kepala daerah, ataupun pemilihan anggota DPR, DPD, dan DPRD.

Kisah Wenri Wanhar, Lima Tahun Kaji Sejarah Borobudur

Borobudur bukan sekadar mahakarya untuk wisata atau ber-selfie ria. Tapi, secara tersembunyi merekam ajaran dan teknologi masa lampau. Wenri menemukan ajaran dan teknologi itu tersebar di pelosok Indonesia.

Lomba Kampung Sehat NTB Bangkitkan Semangat dan Kekompakan

WAKAPOLDA NTB Brigjen Pol Asby Mahyuza mengunjungi dua Kampung Sehat di Sumbawa. Yakni Kampung Sehat Lingkungan Maras, Kelurahan Samapuin, di Sumbawa Besar, dan Kamung Sehat Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, di Pulau Moyo.

Pelibatan Tiga Pilar, Kunci Teggakkan Protokol Kesehatan

PENEGAKAN protokol kesehatan terus dimaksimalkan Polres Lombok Barat. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran tiga pilar.

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks