alexametrics
Senin, 18 Januari 2021
Senin, 18 Januari 2021

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

MATARAM-Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

Perubahan ini mendorong lahirnya bidang-bidang usaha ekonomi baru yang dikenal dengan nama industri kreatif. “Ini harus kita tangkap sebagai peluang untuk membangun Mataram kedepan,” kata Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana.

Menurutnya, Mataram memang tidak punya sumber daya alam yang luas seperti kabupaten lain di NTB. “Namun kita unggul dalam kualitas sumber daya manusia. IPM kita di Mataram tertinggi di NTB. Karena itulah inovasi dan kreativitas manusianya akan menjadi pembeda,” ujarnya.

Seperti diketahui Badan Ekonomi Kreatif menjelaskan Ekonomi Kreatif (Ekraf) sebagai paradigma ekonomi baru yang mengandalkan gagasan, ide, atau kreativititas dari SDM sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya.

Perpres No 72 tahun 2015 mengklasifikasikan produk ekonomi kreatif ke dalam 16 subsektor. Yakni, Arsitektur, Desain Interion, Desain Komunikasi Visual, Desain Produk, Film, Animasi dan Video, Fotografi, Kriya, Kuliner, Musik, Fesyen, Aplikasi dan Game Developer, Penerbitan, Periklanan, Televisi dan Radio, Seni Pertunjukan dan Seni Rupa.

Mohan menambahkan, khusus untuk industri kreatif ini Mataram memang sudah lama berkembang secara tradisional terutama di bidang kriya, kerajinan, kuliner, dan pertunjukan. “Namun kita membutuhkan satu upaya mendasar untuk bisa mendorong industri ini menjadi lebih besar. Saya membayangkan kedepan Mataram menjadi salah satu pusat industry kreatif nasional. Mataram menjadi rumah bagi pelaku industri kreatif atau semacam Regional Creative Hub di Indonesia,” sambungnya.

Peluang ini terbuka lebar mengingat Mataram sebagai ibu kota dan pusat jasa NTB. Kemudian tahun depan NTB mendapat momentum sebagai tuan rumah Moto GP. Gelaran ini membutuhkan insan-insan kreatif di bidang multimedia, desain, grafis, programing, film, pertunjukan, musik, dan sebagainya.

“Ini pasar yang terbuka bagi industri kreatif kita. Karena itu kita harus segera menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan industri ini,” imbuhnya.

Sebagai langkah awal Paslon Harum akan membangun Mataram Creative District (MCD). Sebuah kawasan dimana industri kreatif bermula. Di tahap awal kami ingin membangun sebuah gedung pusat kreatif. Nantinya di tempat ini, ada ragam fasilitas yang bisa menunjang kreativitas anak-anak muda Mataram dalam satu tempat.

“Bayangan kami, di tempat tersebut nantinya akan ada laboratorium film, studio musik, studio rekam suara maupun video, hingga ruang pameran. Bahkan nanti akan ada semacam ruang pertunjukan kecil lengkap dengan screen besar untuk film,” paparnya.

Di lokasi yang sama juga akan ada ruang-ruang kelas di mana pelatihan atau seminar seminar terkait industri kreatif bisa digelar. Misalnya kelas videografi, desain grafis, penulisan, dan sebagainya. Sehingga warga bisa mendapat ilmu-ilmu baru di tempat ini.

“Sebagai penunjang ada juga kafe dan distro tempat warga nongkrong dan berinteraksi. Serta memasarkan karya-karya mereka. Keberadaan kedai-kedai ini juga sekaligus sebagai sumber ekonomi untuk membantu menghidupkan pusat kreatif MCD ini,” jelasnya.

Harapannya, MCD akan menjadi ruang interaksi dan produksi bagi warga Mataram. Sehingga mampu mempercepat pengembangan industri kreatif Mataram di masa depan.

Kemudian di luar MCD pemkot akan mengoptimalkan pemanfaatan Ruang Ruang Terbuka Hijau atau Taman Kota sebagai sebuah co working space. Tempat kerja kolaborasi bersama di mana warga bisa bertemu, bertukar pikiran, dan menunjukkan hasil karya.

Tanpa mengubah fungsi ekologis, RTH ke depan akan dilengkapi dengan fasilitas yang dapat merangsang kreativitas warga. Seperti fasilitas olahraga, panggung panggung hiburan dan pameran, fasilitas listrik, Wifi, hingga air bersih. Sehingga konser konser musik dalam jumlah terbatas hingga aneka pameran dan pertunjukan dapat digelar di RTH. Sehingga RTH bisa dimanfaatkan secara optimal sebagai ruang karya dan kerja bersama warga.

“Selain itu, kedepan kita akan membantu dan menghidupkan kembali sanggar sanggar kesenian, sanggar olahraga, dan kelompok kelompok kreatif lainnya. Hal ini penting agar ada wadah untuk menyalurkan kegiatan positif di masyarakat. Sehingga peluang peluang munculnya kegiatan negatif seperti kriminalitas, narkoba, dan penyakit masyarakat lainnya bisa berkurang,” tutupnya.(jay/r3)

Berita Terbaru

Enable Notifications   OK No thanks