alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

LP2B Terus Menuai Masalah

MATARAM-Ada perubahan luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Dari 509 hektare (ha) menjadi 600 ha. Sampai akhirnya Perda Perubahan no 5 tahun 2019, tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Mataram dapat persetujuan substantif.

Informasi ini disampaikan oleh mantan Wakil Ketua Pansus RTRW I Gede Wiska. Saat mengomentari polemik 9 ha lahan milik salah satu pengembang, yakni H Ahmad Rusni yang diubah peruntukannya menjadi LP2B.

“Tapi saya tidak tahu, apakah lahan Rusni itu dimasukkan saat LP2B 509 ha, atau setelah dinaikkan menjadi 600 ha,” terang Wiska.

Memang ada kesan buru-buru dan asal caplok. Jika lahan milik Rusni diubah jadi LP2B setelah dinaikkan luasannya menjadi 600 ha. Namun ia yakin, segala pertimbangan itu telah didasari pada kajian yang mendalam.

“Itu berdasarkan arahan dari konsultan yang ditunjuk Bappeda,” ulasnya.

Sementara Mantan Ketua Pansus RTRW Kota Mataram HM Nur Ibrahim menyebut, masuknya lahan milik H Rusni hanya buat menghindar dari intaian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lahan Rusni dinilai sesuai dengan kriteria LP2B. Yang pantas untuk diselamatkan dari masifnya pembangunan.

“Sebelum perubahan, saat masih LP2B disepakati 509 ha,” terang Nur.

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli mengatakan, dirinya tidak tahu-menahu. Jika ada perubahan luasan LP2B di Kota Mataram. Dari 509 ha menjadi sekitar 600 ha. Pembicaraan itu begitu spesifik dan hanya dibahas di tingkat pansus.

“Di bahas dewan saja, kami hanya menerima hasilnya,” kata Mutawalli.

Ia ogah ikut campur. Tidak mau ambil pusing juga dengan kemarahan salah satu pengembang yang lahannya tidak bisa dibangun. Padahal tujuan ia membebaskan lahan itu untuk bisnis properti yang menguntungkan.

“Ndak saya terlibat, bukan urusan saya juga,” imbuhnya.

Posisi dinas pertanian hanya memastikan ketersediaan LP2B ada di kota dan sesuai dengan aturan. Tidak ada sangkut pautnya dengan kebijakan mengubah peruntukan kawasan. Tapi itu semua ada di Organisasi Perangkat Daerah lain. Dalam hal ini Bappeda.

“Drafnya memang sudah saya terima. Tapi belum saya pelajari, nanti tinggal saya amankan sesuai dengan aturan itu,” tegasnya.

Saat ini sisa lahan di Ibu Kota sebanyak 1.455 ha. Jika sampai tahun 2031 harus tersisa sebanyak 600 ha. Maka rata-rata alih fungsi lahan dalam setahun maksimal 71,21 ha. Agar berbagai pembangunan dan investasi di kota bisa aman dari pelanggaran tata ruang.

“(Atau) sekitar 100 ha lah per tahun,” ujarnya.

Mutawalli menambahkan penetapan kawasan menjadi LP2B didasari atas beberapa kriteria. Hal ini bisa dibandingkan dengan kondisi tanah Rusni yang telah dialih fungsi. Apakah telah memenuhi kriteria atau tidak.

“Seperti harus jauh dari perkampungan,” terangnya.

Syarat jauh dari perkampungan ini didasari asumsi kawasan itu bakal butuh waktu lebih lama untuk berkembang. Lalu pertimbangan lain tidak ada akses jalan yang bisa ke lokasi itu. Selanjutnya saluran irigasi juga masih bagus.

“Memang protes perubahan peruntukan ini tidak hanya disampaikan pak Rusni, tapi ada dari pemilik lahan lain yang kawasannya diubah jadi LP2B. Mereka langsung tanyakan itu pada pak Sekda,” tutupnya. (zad/r5) 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks