alexametrics
Senin, 30 Maret 2020
Senin, 30 Maret 2020

Batas Waktu Rehab Rekon Tinggal Sebulan, 23.217 Rumah Masih Belum Tertangani

Berita Terkait

MATARAM-Pemeritah hanya punya waktu sebulan lagi untuk menuntaskan rehabilitas dan rekonstruksi rumah korban gempa. Masih ada 23.217 unit rumah belum tertangani. ”Kita akan usahakan sampai batas waktu ini bisa mengejar target,” kata Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Djalilah, kemarin (26/2).

                Dia optimis hingga akhir Maret, semua rumah korban gempa terbangun. Apalagi akan ada tambahan tenaga pendamping dari TNI. Di luar teknis pembangunan, administrasi merupakan salah satu kunci percepatan pembangunan.  ”Yang paling utama adalah proses administrasi sampai rumah mulai dikerjakan,” katanya.

Karena itu, untuk mengejar batas waktu yang tersisa, dia mengimbau seluruh masyarakat korban gempa proaktif mendukung proses rehab rekon. ”Agar proses pencairan bisa berjalan lancar,” katanya.

Dalam memilih jenis rumah tahan gempa (RTG) warga jangan ragu-ragu, supaya proses pembangunan cepat dilakukan. ”Sehingga proses administrasinya cepat,” ujarnya.

                Rohmi juga meminta kepada tim BPBD serta fasilitator sipil, TNI dan Polri terus mengawal proses pembangunan sampai tuntas. Masyarakat dipastikan menempati rumahnya kembali.

                Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahsanul Khalik menerangkan, sisa 23.217 unit yang belum tertangani itu terdiri dari rumah rusak berat 3.034 unit, rusak sedang 6.253, dan rusak ringan 13.930 unit. ”Yang cukup berat ini rumah rusak berat,” katanya.

                BPBD menargetkan, rehab rekon bisa tuntas akhir Maret. Karena akan ada bantuan 1.000 orang pasukan zeni TNI awal Maret.

                Progres perbaikan rumah korban gempa secara keseluruhan cukup baik. Dari 226.204 unit rumah rusak akibat gempa 2018. Rumah yang tertangani hingga 25 Februari mencapai 202.987 unit atau 89,74 persen.

Rumah yang tuntas 100 persen mencapai 160.262 unit atau 70,85 persen. Sedanhkan rumah dalam proses pembangunan 42.725 unit atau 18,89 persen.

Dalam mengejar target percepatan, BPBD mengharapkan para fasilitator baik sipil, TNI, dan Polri melakukan pendampingan terhadap korban. Mulai dari perencanaan, pendebetan dan pencairan dana. “Juga pada saat pembuatan LPJ Pokmas,” imbuhnya. (ili/r5)

- advertisement mobile-
- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ini Syarat Pengajuan Keringanan Kredit Bagi Nasabah Terdampak Wabah Korona

JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyerahkan skema restrukturisasi kredit menyusul pandemi Covid-19 kepada bank masing-masing. Sebab, asesmen profil dan kemampuan membayar debitor setiap bank maupun...

Riwayat Perjalanan Warga ODP Korona di Lobar Sebelum Meninggal Dunia

GIRI MENANG—Seorang warga Montong Are, Lombok Barat (Lobar)  berinisial SB (inisial, Red), 45 tahun, Minggu (29/3) kemarin. Ia merupakan Orang Dalam Pemantauan (ODP)...

Satu Warga ODP Korona di Montong Are, Lombok Barat Meninggal

GIRI MENANG-Warga Lombok Barat (Lobar) resah. Menyusul beredarnya video salah seorang warga meninggal dunia tadi malam atas nama SB (inisial, Red), 45 tahun. Ia meninggal...

Sempat Dikarantina, 55 ODP Korona di Sumbawa Dinyatakan Sehat

SUMBAWA-Sebanyak 55 warga Sumbawa yang sempat berstatus orang dalam pemantauan (ODP), kini bisa kembali beraktifitas seperti biasa. Sebab, masa karantina terhadap mereka dinyatakan telah...

Santri Mataram Pulang dari Jatim, Pemkot Sewa Losmen untuk Karantina

MATARAM-Pemkot Mataram harus bersiap menerima kepulangan pelajar dari luar kota. Salah satunya santri dari wilayah Jawa Timur. Kepulangan mereka menggunakan bus yang langsung menuju...

Tagih Janji Pemprov, RSUD Mataram Butuh Alat Tes Korona Segera

MATARAM-Direktur RSUD Kota Mataram dr H Lalu Herman Mahaputra mendesak RSUD NTB mendatangkan reagen untuk tes korona. “Kalau ada bilang ada, kalau tidak bilang...

Paling Sering Dibaca

Kabar Baik, Dua Pasien Postif Korona dan Tukang Pijat Asal Lotim Semakin Sehat

MATARAM--Terkait kondisi dua pasien positif Covid-19 asal Lombkok Timur, Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi memastikan keduanya dalam kondisi lebih baik....

Terdampak Korona, Ini Enam Kemudahan Cicilan Hutang Anda di Bank

MATARAM-Debitur terdampak kasus korona, mempunyai enam pilihan restrukturisasi kredit. Untuk penundaan dalam koridor restrukturisasi kredit, ada beberapa pilihan yang dapat disepakati antara bank atau...

Sekda Lotim : Seluruh Santri yang Dikarantina di Ponpes Aikmel Sehat

SELONG-Sekda Lotim HM Juaini Taofik mengunjungi ponpes milik pasien positif Covid-19 di Kecamatan Aikmel, kemarin (27/3). “Memantau perkembangan dan memberi semangat pada tim,” kata...

Dampak Korona, Mulai April, Air Asia Hentikan Penerbangan ke Lombok

PANDEMI Covid-19 membuat penerbangan sepi. Mulai Rabu (1/4) mendatang, Air Asia Indonesia akan menghentikan seluruh penerbangan domestik dan internasional di Indonesia. Keputusan itu diambil...

Cegah Korona HMR Ajak Warga Mataram Bentuk Pengawasan Swadaya di Setiap Lingkungan

MATARAM—Penanganan Wabah  Korona membutuhkan gerak bersama. Tidak hanya pemerintah namun seluruh elemen masyarakat. Untuk itu H Mohan Roliskana (HMR) mengajak warga Mataram untuk membangun...
- advertisement mobile-
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com