alexametrics
Senin, 30 Maret 2020
Senin, 30 Maret 2020

Gubernur Zul : Kades Jangan Memperkaya Diri dengan Dana Desa!

Berita Terkait

MATARAM-Para kepala desa (kades) diminta hati-hati mengelolaan dana desa.”Kades jangan memperkaya diri sendiri, apalagi menggunakan dana desa,” imbuh Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat menerima kunjungan kades Kabupaten Bima dan Dompu di pendopo gubernur NTB, kemarin (26/2).

Jika itu dilakukan, kades  harus siap-siap menerima konsekuensi hukumnya. ”Perbuatan itu akan mengganggu proses pembangunan,” katanya.

Gubernur meminta para kades di NTB memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. ”Kades adalah pelayan desa, dia melayani dan memikirkan kemajuan desa,” ujarnya.

Kades, kata Zul, harus fokus memikirkan sejumlah program untuk mendongkrak perekonomian masyarakat. Salah satunya program padat karya. ”Dana desa dialokasikan untuk program pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Program itu diharapkan memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat yang tidak mampu. ”Penggunaan dana desa harus diarahkan untuk menggerakkan sektor produktif,” katanya.

Sektor itu antara lain, pengelolaan produk pascapanen, industri kecil budi daya perikanan, desa wisata dan industrialisasi pedesaan. Sehingga mampu menjadi pengungkit ekonomi desa. ”Saya harap dana ini mendukung program unggulan Pemprov NTB, seperti industrialisasi, zero waste, dan revitalisasi posyandu,” kata Zul.

Dari Kabupaten Dompu yang hadir antara lain kades Sawe, Daha, Rasa Bou, Cempi Jaya, Kiwu, Ta’a dan Doromelo. Sedangkan dari Kabupaten Bima, di antaranya kades Naru, Kowo, Nae, Woja, Sangga dan Mandala.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa dan Penduduk Catatan Sipil (DPMPD-Dukcapil) NTB Ashari mengimbau semua kades menggunakan dana desa dengan tepat. ”Jangan berinovasi sendiri di luar aturan,” imbuhnya.

Inovasi yang dimaksud yakni mengggunakan dana desa untuk keperluan lain, di luar APBDes. Misalnya, membangun musala desa, tetapi tidak tercantum di dalam APBDes. ”Penggunaan dana harus sesuai dengan perencanaan di dalam APBDes,” katanya.

Membelanjakan dana desa di luar programyang ada hanya bisa dilakukan bila mendapatkan rekomendasi bupati. ”Dengan begitu kita bisa terhindar dari masalah-masalah hukum yang ada,” katanya.

Tahun lalu, 20 kepala desa terkena kasus penyimpangan penggunaan dana desa. Kasus itu tersebar di semua kabupaten di NTB. Mereka rata-rata melakukan kesalahan administrasi. ”Itu karena ketidakpahaman aparat desa,” katanya.

Salah satunya kasus kepala desa di Sumbawa yang jadi buronan karena membeli mobil dengan dana desa. ”Tapi semua sudah diselesaikan,” tandasnya. (ili/r5)

- advertisement mobile-
- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pasien Terus Bertambah, Empat PDP di NTB Meninggal, Dua Negatif Korona

MATARAM-Perang melawan virus Korona belum berakhir. Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 bahkan terus bertambah. Di NTB, empat orang berstatus...

Korona di Italia Semakin Parah, Lebih 10 Ribu Warga Meninggal Dunia

ROMA-Penanggulangan persebaran virus korona di seluruh dunia kian ketat. Namun, tak semua negara berhasil. Italia terbukti paling tertekan akibat virus tersebut setelah melaporkan sekitar...

Ini Syarat Pengajuan Keringanan Kredit Bagi Nasabah Terdampak Wabah Korona

JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyerahkan skema restrukturisasi kredit menyusul pandemi Covid-19 kepada bank masing-masing. Sebab, asesmen profil dan kemampuan membayar debitor setiap bank maupun...

Riwayat Perjalanan Warga ODP Korona di Lobar Sebelum Meninggal Dunia

GIRI MENANG—Seorang warga Montong Are, Lombok Barat (Lobar)  berinisial SB (inisial, Red), 45 tahun, Minggu (29/3) kemarin. Ia merupakan Orang Dalam Pemantauan (ODP)...

Satu Warga ODP Korona di Montong Are, Lombok Barat Meninggal

GIRI MENANG-Warga Lombok Barat (Lobar) resah. Menyusul beredarnya video salah seorang warga meninggal dunia tadi malam atas nama SB (inisial, Red), 45 tahun. Ia meninggal...

Sempat Dikarantina, 55 ODP Korona di Sumbawa Dinyatakan Sehat

SUMBAWA-Sebanyak 55 warga Sumbawa yang sempat berstatus orang dalam pemantauan (ODP), kini bisa kembali beraktifitas seperti biasa. Sebab, masa karantina terhadap mereka dinyatakan telah...

Paling Sering Dibaca

Kabar Baik, Dua Pasien Postif Korona dan Tukang Pijat Asal Lotim Semakin Sehat

MATARAM--Terkait kondisi dua pasien positif Covid-19 asal Lombkok Timur, Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi memastikan keduanya dalam kondisi lebih baik....

Terdampak Korona, Ini Enam Kemudahan Cicilan Hutang Anda di Bank

MATARAM-Debitur terdampak kasus korona, mempunyai enam pilihan restrukturisasi kredit. Untuk penundaan dalam koridor restrukturisasi kredit, ada beberapa pilihan yang dapat disepakati antara bank atau...

Sekda Lotim : Seluruh Santri yang Dikarantina di Ponpes Aikmel Sehat

SELONG-Sekda Lotim HM Juaini Taofik mengunjungi ponpes milik pasien positif Covid-19 di Kecamatan Aikmel, kemarin (27/3). “Memantau perkembangan dan memberi semangat pada tim,” kata...

Satu Warga ODP Korona di Montong Are, Lombok Barat Meninggal

GIRI MENANG-Warga Lombok Barat (Lobar) resah. Menyusul beredarnya video salah seorang warga meninggal dunia tadi malam atas nama SB (inisial, Red), 45 tahun. Ia meninggal...

Dampak Korona, Mulai April, Air Asia Hentikan Penerbangan ke Lombok

PANDEMI Covid-19 membuat penerbangan sepi. Mulai Rabu (1/4) mendatang, Air Asia Indonesia akan menghentikan seluruh penerbangan domestik dan internasional di Indonesia. Keputusan itu diambil...
- advertisement mobile-
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com