alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Waspada, Pakan Oplosan!

MATARAM-Kualitas panen ternak ditentukan oleh pakan yang diberikan. Jika pakan yang dikonsumsi ternak baik hasil panen pun maksimal. Namun sebaliknya bila pakan yang diberikan buruk maka kualitas panen pun tak sesuai harapan.

Dinas Pertanian Kota Mataram bergerak cepat. Mengantisipasi hadirnya pakan-pakan oplosan. Hari ini rencanannya Dinas Pertanian akan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) memantau sejumlah penyuplai pakan ternak.

“Jangan sampai ada pedagang yang nakal, mengoplos pakan kelas satu dengan kelas rendah,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli.

Prilaku nakal para pedagang ini tidak hanya akan merugikan para peternak. Tetapi juga merugikan masyarakat kota pada umumnya. Hasil ternak unggas seperti ayam petelur dan ayam potong yang buruk, karena pakan yang dioplos tentu akan berdampak akhirnya pada gizi masyarakat di ibu kota.

“Penanganan persoalan ini memang harus menyeluruh, dari hulu ke hilir,” ujarnya.

Sekalipun laporan kasus pakan oplosan ini belum ada di Kota Mataram. Tapi Mutawalli mengatakan perlu diwaspadai. Jangan sampai, bertindak bak pemadam yang baru bekerja setelah kebakaran.

“Jangan sampai kita di salah-salahkan nanti, hasil panen buruk karena pakan yang dioplos oleh para pengusaha,” cetusnya.

Mutawalli merahasiakan ke mana saja timnya akan melakukan sidak hari ini. Hal ini untuk mengantisipasi para pengusaha nakal, menyembunyikan kejahatan usahanya setelah tahu bakal ada sidak.

“Yang jelas kami akan bergerak bersama aparat penegak hukum dan dari akademisi untuk pengambilan sampel,” jelasnya.

Sampel selanjutnya, akan dibawa ke Laboratorium untuk diuji. Apakah pakan itu benar-benar terjaga keasliannya atau telah dicampur dengan pakan yang lebih murah, demi keuntungan para pengusaha itu.

“Ke depan kami ingin lebih rutin agar kualitas ternak semakin maksimal, sehingga saat panen dapat memenuhi gizi masyarakat,” tandasnya. (zad/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.
Enable Notifications    Ok No thanks