alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Cegah Korona, Libur Sekolah di Mataram Diperpanjang Hingga 11 April

MATARAM-Ujian nasional (UN) bagi siswa SMP dan SMA sederajat tahun ini ditiadakan. Tak hanya itu, libur sekolah juga diperpanjang hingga 11 April mendatang guna mengantisipasi penyebaran virus Korona yang makin mengkhawatirkan.

“Ini sesuai dengan surat edaran (SE) Kemendikbud nomor 4 Tahun 2020,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram HL Fatwir Uzali pada Lombok Post, Kamis (26/3).

Menyikapi SE tersebut, Fatwir bersama PGRI, kepala sekolah, dan pengawas melakukan rapat tertutup di Kantor Disdik Kota Mataram. Dari rapat tersebut, pihaknya sepakat membuat surat edaran ke semua sekolah terkait penambahan waktu libur dan UN ditiadakan.

“Kalau libur bisa saja diperpanjang. Tergantung situasi,” ucap mantan Kepala SMAN 1 Mataram ini.

Sebelumnya, masa libur sekolah telah dilakukan Disdik mulai 16 hingga 28 Maret. Namun karena belakangan ini penyebaran virus Korona makin mengkhawatirkan. Apalagi di NTB sudah ada yang positif maka memperpanjang libur bagi anak sekolah sebagai langkah antisipasi.

“Besok (Hari Ini, Red) surat edaran sudah diterima kepala sekolah,” ujar Fatwir.

Dari tim kesehatan, kata Fatwir, memperpanjang masa libur anak sekolah memang harus dilakukan. Tapi, libur sekolah kata dia, bukan berarti anak tidak belajar. Melainkan tetap belajar, namun di rumah masing-masing.

Pihaknya sudah membuat sistem daring agar guru menyambung komunikasi dengan anak. Ia menjelaskan, sistem daring merupakan implementasi pendidikan jarak jauh guna meningkatkan pemerataan akses terhadap pembelajaran bermutu.

Dengan sistem ini ujar Fatwir, akan memberikan peluang bagi siswa untuk dapat mengikuti pembelajaran. Untuk program daring disajikan secara online agar dapat diakses kapan saja dan dimana saja. “Kita ingin guru memberikan materi yang menyenangkan agar siswa tidak bosan,” harap Fatwir.

Selain itu lanjutnya, ada juga guru yang membuat aplikasi sendiri terkait belajar secara online. Melalu WhatsApp Grup dan aplikasi lainnya.

Untuk guru sendiri tegas Fatwir, tetap masuk secara bergantian. Paling tidak tiap hari di sekolah ada tiga guru yang standby. Sisanya mengerjakan tugas di rumah. “Kita ingin masyarakat tetap mendapat pelayanan. Apalagi sekarang ini banyak yang ingin pengesahan ijazah,” ujar mantan Kepala SMAN 4 Mataram ini.

Ia berharap meski libur, kepala sekolah tetap bisa melaksanakan tugas dengan baik. Jadi pelayan masyarakat yang bisa mengatur sistem pembelajaran daring sesuai kondisi sekolah masing-masing.

Para guru dilarang membuat anak stres dengan banyaknya tugas. “Kami juga meminta orang tua mengawasi anaknya. Jangan sampai terlalu sering keluar rumah,” harap Fatwir.

Kini kata dia, peran orang tua selama libur sekolah cukup vital. Bahkan bisa dibilang orang tua akan menggantikan peran guru selama libur sekolah. “Peran guru digantikan orang tua untuk sementara,” ucapnya.

Sementara itu Ketua PGRI NTB Yusuf menambahkan, saat ini Kemendikbud mengembangkan aplikasi pembelajaran jarak jauh berbasis portal dan android. Ke depan, para guru dapat memilih materi dan fasilitas yang bisa diakses secara umum. Seperti akses rumah belajar, akses kelas pintar, akses microsoft, akses sekolah online, dan sebagainya. “Ini bisa dimanfaatkan guru dalam proses pembelajaran online,” ucapnya. (jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks