alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Cegah Penyebaran Virus Korona, 42 Destinasi Wisata di Kota Mataram Ditutup!

MATARAM-Dinas Pariwisata (Dispar) akhirnya menutup 42 destinasi wisata di Kota Mataram. “Kita mulai tutup besok (hari ini, Red),” kata Kadispar Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi, Kamis (26/3).

Keputusan untuk menutup tak lepas dari pencegahan virus Korona. Kebijakan ini diperkuat dengan surat edaran Wali Kota Mataram tertanggal 23 Maret. Dalam suratnya, wali kota meminta seluruh pengelola tempat wisata di Kota Mataram, untuk melakukan penutupan sementara.

”Untuk waktunya sampai kapan, kita lihat dari kondisi di lapangan. Yang pasti ini sifatnya sementara, untuk 42 destinasi wisata di Kota Mataram,” ujar Denny.

Langkah pemkot diharapkan bisa dimaklumi masyarakat. Terutama mereka yang mengandalkan ekonomi dari kegiatan wisata. Menurut Denny, tujuan penutupan ini untuk kebaikan bersama.

”Kita hindari hal-hal yang tidak kita inginkan. Bersama-sama menjaga supaya penyebaran virus Korona tidak semakin luas,” katanya.

Penutupan tidak saja dilakukan untuk destinasi wisata. Pemkot Mataram juga memutuskan untuk menutup pasar ternak di Selagalas dan Pasar Panglima di Cakranegara. ”Setelah ditelaah, kita putuskan tutup sementara,” kata Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang, kemarin.

Pasar Panglima dikenal dengan sebutan pasar burung. Sementara untuk pasar tradisional dan ritel modern, tidak ada penutupan. Pemkot akan tetap membuka pasar tradisional. Tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat.

Salah satunya melalui anjuran social distancing. Termasuk penyediaan tempat cuci tangan di seluruh pasar tradisional.

Kata Martawang, pasar tradisional tetap buka agar tetap ada kegiatan ekonomi. Supaya masyarakat juga tidak bingung apabila membutuhkan bahan pokok. Di mana salah satu tempat untuk mencari bahan pokok berada di pasar tradisional.

”Jaga jarak dalam berinteraksi. Sayangi diri dan tetap memperhatikan arahan pemerintah jika memang hendak ke pasar tradisional,” tutur Martawang.

Hal serupa berlaku untuk ritel modern. Pemkot tidak akan melakukan pembatasan. Hanya saja, ia meminta pengusaha melakukan pengaturan untuk mencegah penyebaran virus Korona. Sesuai dengan protokol kesehatan.

”Yang harus diingat, kebijakan penutupan ini bukan untuk merugikan masyarakat. Tapi untuk kebaikan kita bersama,” tandas Martawangevel Antisipasi Dinaikkan

Sementara itu, Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito memastikan Pemkot Mataram menaikkan level antisipasi pencegahan penyebaran virus Korona. ”Kita ingin semua tim atau satgas, itu langkahnya terstruktur dan padu,” katanya, kemarin.

Keterpaduan gerak setiap OPD, penting bagi pemkot. Mereka juga telah menyiapkan tiga upaya. Pertama soal pencegahan, penanganan apabila nanti terdapat positif virus Korona di Kota Mataram, dan pascapenanganan.

Sementara Direktur RSUD Kota Mataram dr. HL Herman Mahaputra mengatakan, mereka sudah mengusulkan untuk melakukan pemeriksaan swab secara mandiri. Artinya, harus ada alat pendukung diagnosa serta pelatihan SDM di setiap rumah sakit.

”Jadi tidak tergantung di RS Provinsi saja,” kata dr. Jack, sapaan karibnya.

”Misalnya RS A dapat pasien PDP, mereka tidak bisa ambil swab. Kalau PDP, provinsi yang turun. Ini menjadi lama. Iya, kalau (RS) Provinsi tidak banyak pasien. Kalau banyak? Kita harus nunggu,” imbuhnya.

Menurut dr. Jack, di tengah kondisi seperti sekarang ini, sudah seharusnya seluruh RS di NTB bisa melakukan sendiri pemeriksaan swab. Sehingga penanganan dan penindakan lanjutan dari segi medis, bisa juga dilakukan lebih cepat.

”Apakah nanti hasil swab dikirim lewat provinsi, tidak jadi masalah. Yang penting, di setiap RS ada media untuk swab, ada SDM dan ada alatnya,” tuturnya.

Yang sekarang ini diperlukan RSUD Kota Mataram adalah reagen untuk swab dan virus transport media. Juga pelatihan untuk tenaga medis di RS. ”Hari ini (kemarin, Red) sudah ada pelatihan itu,” kata dr. Jack.

Dalam kasus virus Korona, pemeriksaan swab dilakukan di hidung dan tenggorokan. Pemeriksaan ini dinilai lebih akurat sebagai patokan diagnosis. Sebab, virus Korona akan menempel di hidung atau tenggorokan bagian dalam saat masuk ke tubuh.

Sampel lendir yang diambil dengan cara swab, akan diperiksa menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR). Di sinilah proses akhir yang memperlihatkan apakah benar ada virus Korona di tubuh. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks