alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Di Mataram, ACT-MRI Bagikan Paket Makanan dan Masker Gratis

MATARAM-Di tengah pandemi Covid-19, semangat relawan MRI-ACT NTB tidak pernah surut. Mereka membagikan takjil gratis bagi pekerja harian yang terdampak bencana non alam ini. ”Ini adalah upaya kami meringankan beban warga yang terdampak pandemi,” kata Romi Saefudin, penanggung jawab kegiatan, Sabtu (25/4).

ACT, kata Romi, akan terus menjalankan program itu selama Ramadan seperti Ramadan sebelum-sebelumnya. ”Setidaknya, saat berbuka puasa ada makanan yang bisa mereka santap,” katanya.

Pembagian makanan gratis dilakukan di Jalan Majapahit, Mataram. Para relawan membagikan puluhan bungkus makanan siap santap kepada tukang ojek, supir taksi, petugas kebersihan, dan para pengguna jalan.

Aksi tersebut dinamakan “Operasi Makan Gratis”. Aksi itu merupakan salah satu program ACT dalam menangani dampak pandemi Covid-19. Banyak masyarakat terdampak karena tempat kerja mereka terpaksa ditutup, karyawan di-PHK.

Selain pembagian makanan, relawan juga membagikan masker kain untuk para pengguna jalan. Masker diproduksi komunitas sahabat makna, alumni pondok pesantren Nurul Hakim 2015.

Kepala Cabang ACT NTB Lalu Muhammad Alfian menjelaskan, aksi itu sederhana, membagikan makanan khas warung, namun tetap mendatangkan bahagia bagi yang menikmatinya. ”Saudara-saudara kita para pengemudi ojek online, taksi dan pekerja informal lainnya mendapatkan manfaat,” katanya.

Paket makan gratis juga diambil dari warung yang menjadi mitra ACT dalam program operasi makan gratis. ”Kebahagiaan mereka, tentunya menjadi kebahagiaan untuk kita juga,” katanya.

Menurutnya, di tengah darurat bencana Korona, hal-hal sederhana dapat menambah semangat dan optimisme melawan virus Korona. ”Perjuangan kita belum tahu sampai kapan. Teruslah ambil bagian membantu dengan terus berbuat kebaikan,” imbuhnya.

Bagi warga yang membutuhkan, bisa mengunjungi tautan bit.ly/Sedekah Makan Gratis. Ia berterima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam aksi tersebut. (ili/Advertorial)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks