alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Pemeriksaan Warga Klaster Gowa dan Bogor di Mataram Selesai, Tinggal Tunggu Hasil

MATARAM-Pemkot Mataram terus mempercepat tes korona untuk klaster Gowa dan Bogor. ”Untuk keduanya sudah kita selesaikan Swabnya. Sekarang tinggal menunggu hasil,” kata Direktur RSUD Kota Mataram dr. HL Herman Mahaputra.

Total orang yang di Swab mencapai sekitar 200. Beberapa hasilnya ada yang dinyatakan positif terjangkit virus Korona. Namun, tak sedikit pula yang hasil Swab mereka negatif.

Dokter Jack sapaan karibnya mengatakan, jumlah dari klaster Gowa yang telah diambil Swabnya mencapai 150 orang. Dari jumlah tersebut sudah lebih 50 orang yang hasilnya dinyatakan negatif.

”Belum semua keluar hasilnya. Yang sudah keluar, itu ada sekitar 15 positif. Tapi lebih banyak lagi yang negatif,” ujar Jack.

Hasil pengecekan di Jumat, 24 April, ada 45 PDP yang dinyatakan negatif. Dari jumlah tersebut, satu PDP yang sebelumnya positif berinisial KP, telah sembuh. Usai hasil Swabnya yang kedua menunjukkan negatif.

Di luar KP, ada 34 orang berasal dari klaster Gowa juga dinyatakan negatif dari Covid-19. Tujuh orang lainnya, dari klaster Bogor, pun negatif. Sementara tiga orang sisanya, yang bukan dari klaster Gowa dan Bogor, memperoleh hasil yang sama.

Mereka yang negatif langsung dipulangkan ke rumah masing-masing. Kata Jack, meski hasil Swab sekarang dinyatakan negatif, setiap orang harus tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19.

”Langsung kita pulangkan kemarin. Tapi harus tetap physical distancing ya,” katanya.

Setelah 45 hasil negatif, Sabtu, 25 April, bertambah lagi PDP dengan hasil yang sama. Jumlahnya, kata Jack, mencapai 26 orang. Mereka merupakan gabungan dari klaster Bogor dan Gowa.

”Rinciannya saya tidak hafal, yang pasti ada 26 lagi yang hasil Swab mereka negatif,” imbuhnya.

Di luar ketiga klaster yang lebih dulu muncul, gugus tugas Covid-19 Kota Mataram mewaspadai kemunculan klaster baru. Yakni Magetan, Jawa Timur. Jumat kemarin, gugus tugas mencatat pria dengan inisial WS dinyatakan positif virus Korona.

WS, 18 tahun, merupakan warga Kelurahan Sayang-sayang, Kecamatan Cakranegara. Yang bersangkutan memiliki riwayat perjalanan dari zona merah. WS juga merupakan santri di salah satu ponpes di Magetan, yang membentuk klaster sendiri. Menyusul ditemukannya sejumlah kasus positif korona dengan riwayat kontak dengan kawasan ini.

Jack mengatakan, petugas dari puskesmas sudah melakukan tracing. Terkait siapa-siapa saja yang melakukan kontak dengan WS. ”Kalau jumlahnya cukup tinggi, langsung kita lakukan Swab,” tandas Jack.

Sementara itu, juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa mengatakan, grafik kasus positif virus Korona terus mengalami peningkatan. Mataram bahkan berada di peringkat pertama dari 10 kabupaten/kota se-NTB.

”Trennya terus naik. Kita harapkan masyarakat ikut juga membantu pemkot dengan mematuhi imbauan yang telah diberikan,” kata Suwandiasa. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks