alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Pemerintah Diminta Cek Protokol LEM Sebelum Ambil Kebijakan

MATARAM-Rencana Pemerintah Kota Mataram menutup Lombok Epicentrum Mall (LEM) diprediksi hanya akan menjadi blunder fatal Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh. Sebab, LEM selama ini menjadi ikon berjalannya roda ekonomi di daerah ini.

“Kalau LEM ditutup, roda perekonomian di Kota Mataram benar-benar seperti mati suri,” kata Azzahra, salah satu warga Kota Mataram.

Kondisi itu tercermin saat LEM tutup sekitar tiga pekan lalu. “Itu Mataram seperti Kota Mati. Pengangguran meningkat tajam,” tuturnya.

Menurutnya, tidak ada alasan kuat bagi Pemkot Mataram menutup pusat perbelanjaan terbesar di NTB tersebut. Karena, sejauh ini manajemen LEM sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan sesuai dengan pencegahan Covid-19.

“Jangan sampai hanya karena segelintir orang yang tidak pernah ke LEM berkicau di media sosial, terus pemerintah secara sepihak mengambil kebijakan penutupan. Ini kan tidak benar namanya,” ungkapnya.

Lombok Post sendiri memantau kondisi di LEM sejak dibuka 22 Desember lalu. Dan, terlihat sangat kondusif. Para pengunjung diatur sedmikian rupa. Sehingga mereka benar-benar aman dan nyaman dari penularan virus Korona.

Bahkan, jiika membandingkan tingkat kenyamanan dan keamanan LEM dengan beberapa pusat perbelanjaan lain di Kota Mataram, jelas sangat jauh. LEM jauh lebih siap melindungi pengunjungnya.

“Ya, silakan saja dibandingkan dengan pusat berbelanjaan lainnya. Ada tidak protokoler penerapan pencegahan virus Korona seperti di LEM,” kata General Manager LEM Salim Abdad, Minggu (26/4).

Bahkan, petugas keamanan LEM yang berjaga di pintu masuk sangat tegas terhadap para pengunjung. Mereka yang tidak menggunakan masker, tidak diperbolehkan masuk ke dalam LEM. “Di setiap pintu masuk, kita juga siapkan hand sanitizer dan tempat cuci tangan,” jelasnya.

Tak hanya di pintu masuk, namun juga di semua tenant menyiapkan handsanitizer dan tempat cuci tangan. Bahkan jarak antrean pengunjung sudah dibuatkan di masing-masing tenant.

Tak hanya itu, restoran atau kafe juga memakai standar protokoler pencegahan penyebaran virus Korona. Tempat duduk pengunjung diatur sedemikian rupa dan disemprot disinfektan secara berkala.

Dalam kesempatan itu, Salim juga membantah jika LEM dikunjungi banyak orang hingga berdesak-desakan. “Apa yang dishare oleh oknum di media sosial itu tidak benar. Bahkan, foto yang ditampilkan pun itu foto lama. Jauh sebelum virus Korona masuk Indonesia,” katanya mengklarifikasi.

Karena itu, ia berharap pemerintah tidak mengambil kebijakan hanya melihat atau mendengar informasi sepihak. Apalagi itu dari media sosial yang perlu dibuktikan lagi kebenarannya. “Makanya kami berharap pak Wali bersama jajarannya datang dan melihat langsung kondisi LEM. Jangan hanya lihat di media sosial,” kata Salim.

Selain itu, sebelum mengambil kebijakan penutupan, pemerintah juga perlu memikirkan nasib ribuan warga Kota Mataram yang menggantungkan hidupnya dari beroperasinya mal ini. “Karyawan yang ada di LEM sekitar 4.000 orang. Kalau ini ditutup, mereka akan menganggur,” tuturnya.

Jumlah itu belum termasuk dengan orang-orang di luar LEM tapi punya keterkaitan dengan pusat perbelanjaan ini. Misalnya ojek online. “Ini juga harus dipikirkan. Apalagi sekarang sudah masuk bulan Ramadan. Dan sebentar lagi Lebaran,” tandasnya.

Terpisah, Karyawan Optik Seis Baiq Septiana mengatakan, jika LEM tutup ia hanya bisa diam di rumah tanpa ada penghasilan. Sementara di satu sisi, ia harus mencukupi kebutuhan keluarga.

Saat LEM kembali dibuka ia merasa cukup aman. Karena di semua pintu masuk  disiapkan handsanitizer atau tempat cuci tangan. Serta cek suhu tubuh. “Jika demam tak dibolehkan masuk,” ucapnya. Begitu juga yang tidak membawa masker.

Di optik sendiri kata dia, disediakan handsanitizer dan tempat cuci tangan bagi pengunjung. “Kita juga terapkan jaga jarak di sini,” ucapnya.

Abdurahman, karyawan Converse mengatakan, LEM ini menurutnya cukup aman. Tidak hanya tenant Convers yang menerapkan pencegahan Covid-19. Namun hampir semua tenant di LEM. Jadi ia tidak khawatir datang ke LEM untuk bekerja. “Saya lebih merasa aman di sini daripada di luar,” ujarnya.

SOP dalam mencegah penyebaran virus Korona di tenant dan LEM cukup baik. Tidak hanya bagi pengunjung, namun juga karyawan. “Saya rasa LEM ini cukup baik penanganan Korona dibandingkan pusat perbelanjaan lainnya,” cetusnya.

Di satu sisi, kata dia, pemerintah juga harus memikirkan dampak sosial yang ditimbulkan jika LEM tutup. Beberapa waktu lalu, ujar dia, saat LEM tutup banyak yang kehilangan pekerjaan. “Saya rasa ini juga harus dipertimbangkan,” ucapnya.

Store Manager Bread Talk Lalu Baya mengatakan, Provinsi NTB lebih aman dibandingkan daerah lainnya. Jadi ia meminta pemerintah lebih cenderung menyoroti dampak sosial dari Covid-19. Apalagi ini bulan puasa yang banyak orang membutuhkan pekerjaan guna mencukupi kebutuhannya. “Saya rasa ini Covid ini masalah menjaga kebersihan dan menjaga imun tubuh,” ujarnya.

Sementara itu pengunjung Laeli merasa cukup aman di LEM. Karena SOP yang dilakukan dalam pencegahan Covid-19 cukup baik. Sebelum masuk, para pengunjung dicek suhu tubuh dan disiapkan handsanitizer. Begitu juga di tenant disiapkan tempat cuci tangan dan handsanitizer. “Kalau dibandingkan pusat perbelanjaan lainnya, jauh sangat aman di sini,” ujarnya.

Tak hanya itu, di setiap tenant disiapkan tempat jaga jarak. Dengan begitu, para pengunjung  akan merasa aman. “Kita lebih aman masuk LEM,” ungkap dia. (jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks