alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Data Telat Dikirim, Insentif Tenaga Kesehatan Mataram Molor

MATARAM-Benang kusut pemberian insentif tenaga kesehatan (nakes) akibat keterlambatan pengiriman data. ”Kemarin sempat lama di Dikes Provinsi. Kita ambil lagi dan mengirimkan sendiri,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram dr. H Usman Hadi.

Usman mengatakan, insentif nakes dibayar menggunakan bantuan operasional kesehatan (BOK). Yang diberikan dari pemerintah pusat. Bukan bersumber dari APBD Kota Mataram.

Prosesnya, Dikes Kota Mataram mengajukan ke Kemenkes RI. Data-data terkait nakes yang menangani covid dan akan menerima insentif. Nantinya, Kemenkes akan melakukan verifikasi. Terhadap data tersebut.

Selanjutnya, anggaran insentif ditransfer Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Ke kas daerah Pemkot Mataram. ”Jadi dana BOK dari pusat. Bukan dari kita,” ujarnya.

Data nakes yang diusulkan untuk mereka yang bertugas di RSUD Kota Mataram. Nilainya mencapai Rp2,9 miliar. Sementara untuk nakes yang di bawah Dikes, seperti di puskesmas, diusulkan sebesar Rp400 juta. Untuk tiga bulan, dari Maret hingga Mei.

Kata Usman, usulan untuk insentif nakes di RSUD Kota Mataram seharusnya untuk tiga bulan juga. Hanya saja, akibat keterlambatan penyerahan data, anggaran yang diajukan hanya dua bulan. Untuk Maret dan April saja.

”Yang di insentif Dikes itu untuk nakes di 11 Puskesmas,” imbuh Usman.

Ia menerangkan, usulan dana insentif untuk nakes masih dalam proses verifikasi. Dari tim Kemenkes. Sebagai acuan berapa jumlah dana BOK yang nanti akan ditransfer ke kas daerah.

”Kita belum tahu kapan pencairannya. Jadi masih menunggu. Semoga prosesnya bisa cepat,” katanya.

Insentif nanti diberikan kepada nakes yang menangani covid. Bukan saja untuk nakes dengan status ASN. Nakes yang masih kontrak, tetap mendapat insentif. Selama memenuhi kriteria dan persyaratan dari Kemenkes.

Soal jumlah insentif, Usman juga tak tahu persis berapa yang akan diberikan. Nominal yang selama ini beredar, seperti dokter spesialis sebesar Rp15 juta per bulan, merupakan jumlah maksimal yang akan diberikan.

“Nanti kan dilakukan perhitungan lagi, soal jam kerja dan pertimbangan lain,” tandas Usman.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati berharap realisasi insentif nakes bisa cepat dilakukan. ”Sudah terlalu lama ini. Insentif yang diberikan kan menjadi apresiasi untuk perjuangan yang mereka lakukan,” kata Nyayu. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lomba Kampung Sehat Bawa Berkah untuk Warga

Lomba kampung sehat di Lombok Tengah ternyata membawa keberkahan bagi warga. “Salah satunya, keberkahan perputaran ekonomi,” ujar Kapolsek Pringgarata AKP Suherdi, Senin (13/7).

Katanya Gak Boleh, Kok Ritel Modern di Lotim Makin Menjamur?

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim memberikan lampu hijau bagi para investor yang hendak berinvestasi. Termasuk kehadiran ritel modern yang oleh beberapa pihak dianggap membunuh pedagang kecil. “Lotim ini zona hijau untuk berinvestasi,” kata  Kepala DPMPTSP Muksin pada Lombok Post, Senin (13/7).

Yuk.. Beli Sayur Segar di Embung Bengkel, Praya : Bisa Petik Sendiri!

Petani dan Pemerintah Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya Lombok Tengah, mencoba meniru budi daya sayur di Sembalun, Lombok Timur. Berikut ulasannya.

Sempat Bebas Korona, Lombok Utara “Merah” Lagi

Sempat zero case (nol kasus) positif Covid-19, pertahanan KLU dalam melawan virus Korona jebol lagi. Dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas tertanggal 13 Juli, ada dua pasien positif yang tengah dirawat, dan satu orang meninggal dunia.

Polemik di Tanjung Bias, BPN Sarankan Pemdes Senteluk Gugat ke PTUN

Polemik sempadan Pantai Tanjung Bias yang belakangan diketahui memiliki sertifikat lahan milik pribadi belum menemui titik terang. Permintaan pemerintah desa agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat (Lobar) membatalkan sertifikat lahan tersebut belum bisa terpenuhi.

Warga Lobar Boleh Ikuti Pemakaman Pasien Korona, Ini Syaratnya

Kasus pemulangan paksa jenazah pasien Covid-19 kian marak. Yang terbaru kasus warga Desa Mekarsari yang memulangkan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.
Enable Notifications.    Ok No thanks