alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Kas Daerah Minim, Gerbang Tembolak Batal Dipasangi Lampu

MATARAM-Pemasangan lampu di gerbang Tembolak terancam batal. ”Sudah kita ajukan saat APBD murni. Tapi, tidak dijadikan prioritas,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram H Kemal Islam.

Saat itu, Perkim mengajukan anggaran sekitar Rp2,5 miliar. Untuk mempercantik gerbang masuk Kota Mataram yang berada di selatan. Termasuk memancing wisatawan luar daerah untuk datang ke Kota Mataram. Dengan kerlap kerlip lampu Tembolak.

Pemasangan lampu, tak terlepas dari posisi gerbang Tembolak yang kini menjadi ikon Kota Mataram. Kata Kemal, ikon Mataram tidak saja mengenai kemewahan. Dengan adanya penerangan, keindahan akan nampak dari gerbang tembolak.

Rencana tersebut sempat ditindaklanjuti pemkot dengan turun mengecek ke lokasi, beberapa waktu lalu. Wali Kota dan pejabat pemkot melihat kondisi gerbang ketika malam hari.

Dengan tidak masuknya pemasangan lampu Tembolak sebagai program prioritas, proyek tersebut berpotensi tidak terlaksana tahun ini. ”Kita lihat nanti di tahun depan. Semoga bisa dilakukan,” ujarnya.

Pemasangan lampu di gerbang Tembolak sebelumnya tidak didukung penuh DPRD Kota Mataram. Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Mataram bahkan menyebut proyek tersebut tidak membawa dampak signifikan untuk pemkot.

Anggota Banggar DPRD Kota Mataram Abd. Rachman mengatakan, anggaran tersebut lebih baik digunakan untuk kegiatan yang lebih produktif. Diberikan kepada OPD yang memiliki inovasi, terutama dalam hal mengatasi kebocoran pendapatan asli daerah (PAD).

”Kalau seperti itu kan lebih bagus,” katanya.

Ia juga menyoroti soal menarik wisatawan yang datang. Kata Rachman, kebanyakan mereka yang datang ke gerbang Tembolak adalah warga lokal. Yang membuat kepadatan dengan berbagai aktivitas mereka. Mulai dari berdagang hingga sekadar mengambil foto.

Kegiatan tersebut tentu kontradiktif dengan lokasi Tembolak. Berada di jalur cepat, areal di sekitar Tembolak seharusnya steril. ”Kemudian siapa yang bisa menjamin kalau lampu itu nanti bakal aman? Tidak dicuri atau dirusak,” ujar ia.

Bagi pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram ini, akan sangat mubazir jika Rp 2,7 miliar dialokasikan untuk kegiatan yang tidak produktif. Padahal di sisi lain, banyak inovasi yang dilakukan OPD dalam meningkatkan PAD.

”Intinya kita gunakan untuk meningkatkan income Kota Mataram, itu lebih baik,” tandas Rachman. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks