alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Jika Terpilih, Selly Janji Perbaiki MCC Sekarbela

MATARAM-Mataram Craft Center (MCC) menjadi bangunan sia-sia. Selama ini, tidak difungsikan secara maksimal oleh Pemkot Matarm. Sejumlah toko yang tersedia, lebih banyak kosong. Khususnya yang ada di lantai dua.

“MCC akan kami jadikan tempat penjualan oleh-oleh. Pusat oleh-oleh di luar mutiara, dan pusat kuliner khas NTB,” janji Selly kepada Lombok Post.

Selly nampaknya merasa cukup risih dengan keberadaan MCC yang terkesan tak diurus dengan serius. Buktinya, aset Kota Mataram berniliai miliaran rupiah itu kini kondisinya memprihatinkan. Bagian atap dan plafon banyak yang sudah rusak. Namun tak ada niat dari intansi terkait membenahinya.

Kemudian bangunan lantai dua terkesan dibiarkan mubazir. Lantaran sampai saat ini tidak ada yang menempatinya. “Kalau saya terpilih, saya akan hidupkan MCC menjadi pusat oleh-oleh dan kerajinan produk UMKM di Kota Mataram,” ungkapnya.

Baju-baju yang dibuat perancang daerah bisa dpamerkan dan dijual di MCC. “Jadi habis beli mutiara di Sekarbela, mau makan, mau belanja oleh-oleh yang lain bisa satu tempat. Jadi one stop shopping,” jelas mantan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB itu.

Selly menyebut Kota Mataram sebagai kota fashion yang harus memaksimalkan semua potensi yang ada. Jika MCC digunakan hanya untuk mutiara saja, keberadaan bangunan ini tidak efektif seperti saat ini. Karena wisatawan atau pembeli lebih memilih datang langsung ke tempat produksinya di Sekarbela.

Terpisah Lurah Pagesangan Ida Bagus Made Ariawan mengakui, MCC kurang dimaksimalkan. Namun ia menegaskan semua terlepas dari kepentingan politik apa pun jelang Pilkada, ia berharap keberadaan MCC bisa kembali menggeliat.

“Kami sangat mendukung dan setuju kalau MCC bisa menjadi pusat kerajinan lokal,” kata dia ditemui di Kantor Lurah Pagesangan.

Keluhan pedagang, harga sewa toko di lantai I dan lantai II saat ini sama. Ini yang membuat banyak pedagang enggan menyewa lantai II. “Kalau jualannya sama-sama mutiara, orang tentu lebih memilih di lantai I. Kalau di bawah di jual mutiara, di atas mungkin bisa kerajinan,” harapnya.

Instansi yang mengelola MCC juga diharapkan bisa lebih memperhatikan kebersihan di area ini. Agar pengunjung yang datang bisa lebih nyaman berbelanja. Dampaknya nanti akan menghidupkan perekonomian di Kelurahan Pagesangan.

“Kalau MCC jadi pusat kerajinan lokal, masyarakat di Kelurahan kami bisa memasarkan produknya di sana. Makanya kami setuju,” ungkapnya. (ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks