alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Gaun Pesta Berbahan Limbah Plastik Karya Siswa SMKN 4 Mataram

Tidak selamanya, sampah akan berakhir di TPA. Jika jeli melihat potensi, sampah bisa menghasilkan karya unik dan bagus. Seperti yang dilakukan siswa SMKN 4 Mataram. Mereka membuat gaun pesta berbahan limbah plastik.

YUYUN ERMA KUTARI, Mataram

==========================

KAIN perca berserakan. Alat mesin jahit terdengar saling bersautan. Para siswa sedang sibuk menggambar pola. Ada yang menggunting. Ada yang menjahit manual. Mereka semua sibuk dengan imajinasi masing-masing.

Di depan papan tulis putih yang sudah penuh dengan coret-coretan desain busana, seorang guru tak kalah sibuk. Sesekali dahinya mengkerut sambil menggoreskan pensil membentuk sebuah pola indah. Namanya Baiq Fatmayanti Arimurtini. Seorang ketua jurusan tata busana SMKN 4 Mataram.

“Lagi bimbing anak-anak ngebentuk desain busana,” jelasnya memecah keheningan.

Ibu Yanti, begitulah sapaan akrabnya. Seseorang yang belasan tahun akrab dengan dunia mode busana. Tak heran, keterampilannya dalam membimbing anak didiknya dalam membuat sebuah karya, tidak perlu diragukan.

Tak sungkan, ia menunjukkan sebuah karya anak didiknya. Gaun pesta yang terbuat dari limbah plastik. Tampilannya indah.

“Ini adalah karya anak-anak didik saya, memanfaatkan limbah sampah gelas plastik,” kata dengan bangga.

Yanti bercerita, ide menugaskan anak didiknya untuk membuat busana dari bahan plastik, berawal dari keresahannya melihat sampah gelas plastik yang sama sekali tidak dimanfaatkan penggunanya. Termasuk nilai jualnya yang rendah, membuat sampah gelas plastik hanya berakhir di TPA.

Saat itu, Yanti membebaskan soal desain, tema, dan bahan plastik apa saja yang digunakan. “Saya bebaskan agar anak-anak bisa memainkan imajinasi mereka. Dan hal itu membuat ide serta kreativitas mereka timbul,” tegasnya.

Alasan lainnya adalah saat membuat busana, tidak harus bergantung pada semua bahan tekstil. Memasukkan unsur lain seperti bahan plastik juga bisa. Bisa menambah nilai jual, unik dan tentu saja menambah estetika sebuah karya busana itu.

Yanti mengatakan, hal ini juga sebagai salah satu cara agar anak didiknya bisa memanfaatkan benda dan bahan-bahan yang ada di sekitar. Sehingga nanti berdampak pada tingkat kejelian melihat suatu bahan, apakah memiliki nilai keindahan dan harga yang tinggi.

“Saya ingin semua yang ada disekitar mereka bisa dimanfaatkan. Tidak hanya habis dipakai tetapi bisa didaur ulang. Dan itu hanya butuh sentuhan kreativitas saja, agar semuanya jadi bernilai,” jelasnya.

Gaun yang sedang ia perlihatkan saat itu adalah gaun pesta dengan tema sweet seventeen. Menurutnya, sebelum mendesain sebuah karya busana, harus memiliki tema. Agar lebih mengena dengan tujuan dibuatnya karya tersebut. Karena anak didiknya masih berada pada usia remaja, wajar saja gaun pesta yang terlintas sesuai dengan usia mereka.

Untuk gaun pesta itu, Yanti mengatakan hanya membutuhkan dua hari untuk membuatnya. Hari pertama khusus pada membentuk pola desain kemben, kemudian pada hari yang sama gambar tersebut dieksekusi menggunakan mesin jahit. Bentuknya harus jelas sesuai pola.

Kemudian pada hari kedua, anak didiknya langsung memasang lebih dari 100 limbah gelas plastik, selanjutnya ditempelkan satu persatu pada gaun. Sehingga bagian bawah gaun pesta berbentuk seperti balon. Hasil akhirnya tampak apik dan sempurna. Ditambah dengan balutan kain di area leher, maka gaun pesta yang terbuat dari limbah bahan plastik itu, nampak sangat indah.

“Inilah yang namanya kreativitas tanpa batas. Tinggal kita beri tema, mereka bisa berkreasi sendiri. Saya bangga,” ujarnya.

Ia berharap, apa yang menjadi karya hari ini, suatu saat nanti bisa diterapkan pada dunia luar. Agar orang-orang tidak lagi menganggap sampah plastik tidak memiliki nilai guna dan ekonomi. Padahal jika semuanya merujuk pada bagaimana niat dalam berkreasi, tentu saja limbah plastik yang ada saat ini akan berakhir pada kemanfaatan yang bisa digunakan kembali. (*/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks