alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Pengerjaan Monumen Mataram Metro Molor

MATARAM-Sampai saat ini, pengerjaan Monumen Mataram Metro belum ada tanda-tanda dilanjutkan.Salah satu proyek prestisius Pemkot Mataram ini, sekilas seperti proyek mangkrak. Padahal bangunan setinggi 50 meter itu, digadang-gadang akan menjadi ikon baru Kota Mataram.

Menanggapi hal ini, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura mengatakan, dokumen Detail Engineering Design (DED) yang sudah disusun di 2018, harus direview kembali.

“Kami review karena harus menyesuaikan dengan harga (bahan bangunan) yang berstandar 2019,” tegasnya, kemarin (27/7).

Karena review ini, otomatis akan berdampak pada molornya pengerjaan monumen. Padahal, pemkot sebelumnya telah sesumbar bahwa pembangunan tinggal proses lelang. Namun Tura segera berdalih, bahwa proses tender atau lelang akan dilakukan pekan depan.

“Soal review desaign, memang harus dilakukan. Sebab ada warning dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN),” ungkap mantan Kepala Dinas PUPR ini.

Hal itu, lanjutnya, terkait dengan penguatan pembangunan underpass, karena rencananya pada desain Monumen Mataram Metro, akan dibuat terowongan di bawah jalan. “Karena itu yang paling penting, makanya kami terus berkoordinasi dengan pihak balai jalan,” tegas Tura.

Pemkot Mataram memang sempat diberi catatan, bahwa sebelum mengerjakan proyek, harus memperhatikan sedetail mungkin terkait  persoalan desain. Karena ini menyangkut kelayakan dan keamanan gedung bagi pengguna jalan. Sehingga yang perlu ditekankan adalah struktur dan kekuatan bangunan.

Makanya, dalam review desain monumen, Tura mengatakan pihaknya akan terus mengacu pada standar Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, terutama jalan nasional. Setelah selesai soal review desain, dalam waktu dekat tahap ekspose akan dilakukan di hadapan BBPJN oleh konsultan perencanaan.

“Nanti dijelaskan sarana apa saja yang disediakan, pokoknya jangan sampai dalam membangun, kita mengganggu arus lalu lintas, apalagi itu jalan utama menuju bandara,” pungkasnya. (yun/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks