alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Taman Budaya Gelar Lomba Perkusi

MATARAM-Untuk mengenalkan anak-anak kepada budaya daerah, ada banyak media pengenalan yang bisa dilakukan. Salah satunya, melalui musik tradisional. Karena itulah, Taman Budaya menggelar kegiatan Lomba Festival Musik Anak-Anak NTB, mengangkat tema “Perkusiku, Perkusimu, Perkusi Nusantara”.

Kepala Taman Budaya NTB Baiq Rahmayati mengatakan, kegiatan ini dihajatkan agar anak-anak sejak kecil mengenal musik-musik tradisional. Karena dengan semakin berkembangnya musik modern saat ini, baik itu dari dalam maupun luar negeri membuat musik tradisional dilupakan. Padahal, tidak semua musik modern memberikan edukasi yang positif bagi anak-anak.

“Makanya kami berencana akan mengembangkan festival musik tradisional ini, perbanyak konten dengan jenis yang beragam,” tegasnya, kemarin (27/2).

Ia menyebut, konten-konten yang lebih ditekankan adalah memperbanyak lomba lagu-lagu tradisional atau daerah hingga lomba alat musik daerah. Cara seperti ini dianggap strategis karena mampu meningkatkan rasa cinta pada budaya sendiri.

“Dari situ, karakter sebagai anak-anak Indonesia bisa terlihat. Yakni selalu cinta dan menjaga kelestarian kekayaan budaya,” jelas Maya.

Selain itu, kelestarian budaya terutama di NTB, tidak terlepas dari kiprah para budayawan, yang selama ini begitu aktif mendukung kegiatan yang berkaitan dengan kesenian budaya NTB. Maya juga memberikan apresiasi pada orang tua dan para pengajar, yang dengan sabar mendampingi anak-anak mereka dalam memperkenalkan dan mendukung segala kegiatan musik tradisional NTB. “Saya ucapkan terima kasih, karena ikut mendukung festival kali ini,” tutupnya.

Sementara, budayawan senior NTB sekaligus juri lomba Mustakim Biawan menjelaskan, kegiatan seperti ini sebagai wadah untuk menampung kreativitas dan kesenian anak-anak NTB, untuk melestarikan budaya Indonesia.

“Taman Budaya memberikan semacam oase, memelihara kebudayaan melalui kesenian,” terangnya.

Pria yang akrab di sapa Pak Mus ini menegaskan, yang diajarkan dalam kesenian adalah kreatifitas dan disiplin. Karena itulah, tentu saja ia berharap, kegiatan seperti ini harus terus digelar, terutama untuk anak-anak. Sebab pada mereka seni dan budaya ini diwariskan.

“Mau tidak mau, mereka ini yang akan jadi pemimpin masa depan, jadi sedari dini kita persiapkan dan perkenalkan dengan berbagai macam kesenian yang ada,” pungkas Mus.

Lomba kali ini digelar dari 26-28 Februari. Peserta yang ikut ambil bagian berasal lima kabupaten di NTB. Ada Kabupaten Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, Sumbawa dan Kota Mataram. Bagi pemenang, akan ikut berpartisipasi pada event tingkat nasional yang akan digelar pada April mendatang. (yun/r5/*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

World Tourism Day, Pembangunan Harmoni Manusia dan Alam

PERUBAHAN arah pembangunan menuju pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi tema utama dan agenda universal, termasuk dalam pembangunan disektor kepariwisataan. Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud yakni menyeimbangkan dan mengintegrasikan antara pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dan bumi (Resolusi Majlis Umum PBB, 2015).

PLN Diskon 75 Persen Tambah Daya Hingga 3 Oktober

PLN NTB terus mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan juga Industri Kecil Menengah. Salah satunya dengan memberikan keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian UMKM/IKM.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks