alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Tamu Hotel Mulai Ramai

MATARAM-Badan Keuangan Daerah (BKD) mengklaim penerimaan pajak hotel di Kota Mataram tahun lalu menurun. Dari target 26 miliar, hanya Rp 23 miliar terealisasi atau turun 3 miliar.

Kendati demikian, BKD optimis tahun ini target akan terealisasi. “Mudah-mudahan tidak ada musibah lagi biar kita capai target,” kata Kepala BKD Kota Mataram HM Syakirin Hukmi, kemarin.

Menurutnya, menurunnya penerimaan pajak hotel tahun lalu dipicu tingkat hunian pascagempa di bawah 10 persen. Atas hal itu, pihaknya dapat memaklumi kondisi hotel yang sepi tamu.

Selain itu, pihak hotel masih melakukan perbaikan  bangunan hotel yang terdampak. Bahkan, ada juga hotel yang melapor tidak beroperasi pascagempa.

“Harapan kami di tahun ini bisa membaik,” harapnya.

Dijelaskan, pajak hotel dibayarkan sesuai omzet. Aturannya, omzet yang masuk tiap bulan pajaknya 10 persen. Misalnya, omzetnya Rp 500 ribu per bulan, maka akan membayar Rp 50 ribu.

Pada 2019, ia belum tahu ada hotel yang belum membayar pajak. Sebab, sampai saat ini belum ada laporan. “Teman-teman terus memantau perkembangannya,” terangnya.

Syakirin tidak tahu pasti berapa omzet masing-masing hotel di Kota Mataram secara rinci. Kini, kata dia, target untuk pajak hotel masih sama seperti tahun lalu. Yakni Rp 26 miliar.

Sementara itu General Manager Hotel Santika Mataram Reza Bovier mengatakan, geliat bisnis perhotelan di Kota Mataram tahun ini mulai menunjukkan tingkat kenaikan signifikan. Padahal, okupansi (tingkat hunian  kamar) sempat anjlok pada Agustus lalu karena bencana gempa bumi.

Alhamdulillah, okupansi Hotel Santika sudah di atas 66 persen,” katanya.

Kedepannya, Reza berharap okupansi hotel di akhir tahun bisa lebih meningkat dari okupansi saat ini. ”Kami optimis okupansi hotel bisa di atas 67 persen atau 68 persen,” tutupnya.(jay/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks